Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Sulawesi Utara hingga Siang Ini

Penulis: Fajar  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:40:14 WIB
BMKG Sulawesi Utara keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai pukul 11.12 WITA.

MANADO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai pukul 11.12 WITA. Wilayah Kema di Kabupaten Minahasa Utara menjadi titik awal pergerakan awan hujan sebelum meluas ke berbagai daerah sekitarnya dalam durasi singkat.

Berdasarkan data pantauan atmosfer terbaru, cuaca buruk ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. Masyarakat diminta mewaspadai potensi jarak pandang yang berkurang serta ancaman pohon tumbang akibat embusan angin kencang yang menyertai hujan.

Mana Saja Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem di Sulut?

Pihak BMKG mengidentifikasi perluasan dampak cuaca ekstrem ke enam wilayah kabupaten dan kota. Berikut adalah rincian wilayah yang masuk dalam zona peringatan dini:

  • Kabupaten Minahasa: Mencakup wilayah Kombi, Sonder, Kawangkoan, Tombulu, Tondano Utara, serta seluruh area Kawangkoan Utara, Kawangkoan Barat, dan Tompaso Barat.
  • Kabupaten Minahasa Selatan: Meliputi Tenga, Amurang, Tareran, Kumelembuai, Amurang Barat, Motoling Timur, dan Suluun Tareran.
  • Kabupaten Minahasa Utara: Selain Kema, hujan meluas ke Kauditan, Airmadidi, Dimembe, Likupang Timur, dan Likupang Selatan.
  • Kabupaten Minahasa Tenggara: Terkonsentrasi di Tombatu, Touluaan, Touluaan Selatan, dan Silian Raya.
  • Kota Bitung: Fokus di wilayah Ranowulu dan Matuari.
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: Potensi hujan lebat terpantau di wilayah Posigadan.

Waspada Potensi Banjir dan Longsor hingga Pukul 13.00 WITA

Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diprediksi masih akan bertahan setidaknya hingga pukul 13.00 WITA. BMKG menekankan bahwa wilayah-wilayah dengan topografi perbukitan dan bantaran sungai memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak sekunder cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama di area terbuka yang rawan sambaran petir. Pengendara yang melintasi jalur antar-kota juga diminta ekstra hati-hati terhadap potensi genangan air yang bisa muncul tiba-tiba di badan jalan.

Selain memantau informasi resmi secara berkala, warga diharapkan segera melaporkan kondisi darurat kepada instansi terkait jika terjadi bencana hidrometeorologi di lingkungan masing-masing. Kesiapsiagaan mandiri menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko cedera maupun kerugian material selama cuaca ekstrem berlangsung.

Reporter: Fajar
Back to top