BPJS Kesehatan Sulut Ajak Wartawan Jadi Mitra Kritis Perbaiki Layanan JKN, Media Gathering 2026 Digelar di Manado

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:43:01 WIB
BPJS Kesehatan Sulut menggelar Media Gathering 2026 untuk mempererat sinergi dengan wartawan di Manado.

MANADO — BPJS Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tidak memandang media sekadar corong informasi. Dalam Media Gathering 2026 yang berlangsung di Manado, Jumat (5/6/2026), lembaga itu justru membuka diri terhadap kritik dan masukan dari para jurnalis.

Asisten Deputi Bidang SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan, Yuliarso Budiman, yang membuka kegiatan mewakili Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi, menyebut wartawan sebagai mitra yang mengingatkan dan mengoreksi.

“Media bukan hanya penyebar kabar, tetapi juga mitra yang mengingatkan, mengoreksi, dan memberikan pandangan baru agar kami terus berbenah menjadi lebih baik,” ujar Yuliarso dalam sambutannya.

Informasi Akurat Jadi Tulang Punggung Kepercayaan Publik

Kegiatan itu dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Komisi Informasi Publik Sulut, jajaran BPJS Kesehatan, pemimpin redaksi media cetak dan online, wartawan, serta Duta BPJS Kesehatan. Yuliarso menekankan, di tengah derasnya arus informasi, media memegang peran sebagai jembatan utama antara kebijakan lembaga dan masyarakat.

“Di era informasi yang bergerak sangat cepat saat ini, media massa memegang peran sebagai tulang punggung pengetahuan masyarakat. Rekan-rekan media menjadi jembatan utama yang menghubungkan kebijakan, program, dan kinerja BPJS Kesehatan kepada publik,” katanya.

Menurut Yuliarso, informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif menjadi kunci membangun pemahaman serta dukungan publik terhadap program pelayanan kesehatan. Ia mengakui, masih ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaan layanan BPJS Kesehatan yang perlu terus dibenahi.

Sinergi untuk Transparansi dan Responsivitas

Melalui Media Gathering 2026, BPJS Kesehatan berharap hubungan dengan insan pers semakin erat. Ruang komunikasi yang lebih luas dibuka, termasuk untuk menyamakan persepsi terkait program dan layanan JKN serta menyerap masukan dari para jurnalis.

Yuliarso menegaskan, tingkat kepercayaan publik terhadap BPJS Kesehatan sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang diterima masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen meningkatkan transparansi, keterbukaan informasi, dan responsivitas terhadap kebutuhan publik.

“Kami akan terus menyediakan data yang benar, berinteraksi dengan rekan-rekan media, serta memperlakukan media sebagai bagian dari keluarga besar yang sama-sama berjuang demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan insan pers dapat terus diperkuat. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan semakin akurat, edukatif, dan terpercaya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.

Reporter: Fajar
Sumber: detailnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top