SULAWESI UTARA — PLN UP2D Bali mengoperasikan Distribution Control Center (DCC) untuk mengawasi kondisi jaringan secara real time selama sebulan penuh. Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan, pusat kendali ini memungkinkan petugas memantau beban sistem, status peralatan, serta melakukan pengaturan operasi jaringan secara cepat.
"Apabila terjadi gangguan pada salah satu penyulang, kami telah menyiapkan skenario pengalihan beban dan langkah penormalan agar pasokan listrik tetap terjaga," ujarnya di Denpasar, Jumat.
Selain kesiapan infrastruktur, PLN juga mengantisipasi potensi gangguan dari luar seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, dan hewan yang bisa mempengaruhi jaringan distribusi. Sebanyak 27 personel disiagakan untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden.
Sebelum acara dimulai, UP2D Bali telah melakukan asesmen terhadap gardu distribusi dan jaringan yang memasok lokasi penyelenggaraan PKB. Langkah ini untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal sebelum panggung pertunjukan mulai menyala.
Pesta Kesenian Bali merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Pulau Dewata yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Menurut Petrus, keandalan sistem distribusi menjadi faktor krusial, terutama untuk pertunjukan yang menggunakan sistem pencahayaan dan tata suara kompleks.
"PKB merupakan agenda budaya yang sangat penting bagi Bali. Kami berupaya memastikan seluruh pertunjukan dapat berlangsung aman dan nyaman tanpa terganggu oleh pasokan listrik," tegasnya.
PLN menegaskan kesiapan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kemampuan pengendalian sistem dan kecepatan respons personel di lapangan. Dengan konfigurasi jaringan yang andal, perusahaan pelat merah itu optimistis rangkaian PKB XLVIII berjalan mulus dari segi kelistrikan.