Bitcoin Tembus Dua-Mingguan Tertinggi di Atas USD 65.500, Kesepakatan Damai Iran-AS Dongkrak Aset Berisiko

Penulis: Saiful  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:10:01 WIB
Bitcoin kembali menembus level tertinggi dua minggu di atas USD 65.500 setelah kesepakatan damai Iran-AS.

Kenaikan ini membalikkan tren pekan lalu saat Bitcoin sempat jatuh ke bawah USD 60.000, level terlemah sejak Oktober 2024. Penyebab utamanya adalah kesepakatan yang diumumkan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kemudian dikonfirmasi Presiden Donald Trump dan media pemerintah Iran. Selat Hormuz akan dibuka kembali pada Jumat mendatang setelah penandatanganan.

Minyak Anjlok, Aset Berisiko Terbang

Kesepakatan itu secara langsung menghilangkan premi geopolitik yang selama berbulan-bulan menyelimuti harga minyak. Brent crude ambles lebih dari 4% menuju USD 83 per barel — turun drastis dari level yang bertahan sejak akhir Februari.

Penurunan minyak memicu efek domino. Suku bunga jangka panjang yang sempat tertekan oleh ekspektasi inflasi kini mereda, mendorong investor kembali ke aset berisiko. Indeks saham Asia melompat lebih dari 3%, dengan Nikkei 225 Jepang mendekati rekor penutupan. S&P 500 futures juga naik 1,2%, sementara dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya.

Reli Kripto Meluas, HYPE Jadi Bintang

Bitcoin tidak sendirian. Ether naik 2,5% ke USD 1.721, Solana menguat 3,6% ke USD 71, dan XRP bertambah 3,2% ke USD 1,19. Yang paling menonjol adalah Hyperliquid (HYPE) yang melonjak 7,5% ke hampir USD 65. BNB dan Dogecoin masing-masing naik lebih dari 1%.

Ancaman di Balik Reli: Permintaan Institusional Masih Loyo

Meski reli ini terlihat solid, analis memperingatkan bahwa pemulihan Bitcoin mungkin terbatas. Dua tekanan besar masih membayangi: arus keluar dari ETF Bitcoin spot dan aksi jual oleh Strategy (dulu MicroStrategy) yang baru-baru ini menjual 32 Bitcoin untuk mendanai dividen saham preferen.

Penjualan oleh Strategy menjadi sinyal yang mengkhawatirkan. Selama ini, pasar menganggap Michael Saylor — CEO Strategy — tidak akan pernah menjual Bitcoinnya. Begitu asumsi itu retak, kepercayaan institusional ikut tergerus. "ETF outflows dan penjualan Strategy tidak akan selesai hanya karena ada kesepakatan damai," ujar seorang analis yang dihubungi.

Kesepakatan Damai Bukan Obat Segala Masalah

Pertanyaan kuncinya sekarang: apakah arus institusional akan berbalik seiring dengan mood risk-on yang kembali, atau apakah pemulihan Bitcoin akan mandek begitu efek kesepakatan Iran-AS sepenuhnya diperhitungkan pasar?

Untuk sementara, reli ini memberi napas lega bagi pasar kripto yang sempat tertekan. Tapi tanpa perbaikan fundamental dari sisi permintaan institusional, kenaikan ini bisa bersifat sementara. Investor Indonesia yang melirik aset kripto perlu mencermati apakah volume perdagangan di bursa lokal ikut terangkat, atau hanya sekadar euforia global yang belum tentu bertahan.

Reporter: Saiful
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top