SULAWESI UTARA — Dalam pertemuan investor pada Selasa pekan lalu, CEO JLR, PB Balaji, memaparkan strategi bisnis terbaru yang berfokus pada pertumbuhan pendapatan dua digit. Alih-alih sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni, JLR kini justru memperbanyak pilihan hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) di samping model EV.
Balaji menegaskan bahwa Range Rover Electric dan Range Rover Sport EV tetap akan meluncur sesuai jadwal tahun ini. Keduanya masih menggunakan platform MLA yang fleksibel, mendukung mesin hybrid, PHEV, dan listrik penuh.
Range Rover Electric akan menjadi model termahal di jajaran EV JLR. SUV listrik ini dibekali baterai 117 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak setidaknya 300 mil atau sekitar 480 km dalam sekali pengisian daya.
Dengan konfigurasi dual motor all-wheel drive, tenaga yang dihasilkan mencapai 542 hp dan torsi 627 lb-ft. JLR juga mengklaim kemampuan traksi mencapai 2,5 ton. Fitur anyar seperti single-pedal driving dan suspensi udara twin-chamber turut disematkan.
Menurut Autocar yang telah menjajal prototipe awal, harga jual Range Rover Electric dipatok mendekati varian V8 Autobiography, yakni sekitar £150.000 atau lebih dari Rp 3 miliar.
Berbeda dengan Range Rover, Defender justru menjadi andalan JLR untuk mendongkrak penjualan di Amerika Serikat. "Ambisi kami dalam beberapa tahun ke depan adalah memperbesar bisnis di AS hingga seukuran seluruh bisnis JLR saat ini," ujar Balaji kepada investor.
Defender EV pertama yang akan hadir adalah varian Sport, dibangun di atas platform EMA yang didedikasikan untuk kendaraan listrik. Meski platform ini awalnya dirancang khusus untuk EV, JLR kini berencana menawarkan opsi hybrid di atasnya.
Baterai yang tersedia berkisar antara 70 kWh hingga 90 kWh, dengan jarak tempuh 300 hingga 320 mil. Yang menarik, desain baterai datar membuat pusat gravitasi lebih rendah dan distribusi torsi instan, sehingga kemampuan off-road Defender EV justru disebut lebih unggul dibanding versi mesin bensin.
Mark Cameron, Managing Director Global Defender, menegaskan bahwa SUV listrik ini tetap membawa DNA Defender. "Epic, built-to-last, go anywhere capability," katanya kepada Autocar awal tahun ini.
Defender Electric akan ditempatkan di bawah varian standar Defender saat ini. Perkiraan harga berkisar antara £40.000 hingga £50.000, atau setara Rp 800 juta hingga Rp 1,35 miliar (estimasi kurs Rp 20.000 per GBP).
Sementara itu, Jaguar tetap berkomitmen menjadi merek full-listrik. Model perdana mereka, sebuah grand tourer empat pintu bernama Type-1, juga akan diperkenalkan tahun ini.
JLR juga baru saja menjalin kemitraan dengan Stellantis, induk Jeep, untuk kemungkinan produksi dan pengembangan kendaraan di Amerika Serikat. Langkah ini memperkuat strategi pertumbuhan Defender di pasar global.