SULAWESI UTARA — Inggris melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C dengan koleksi tujuh poin. Hasil itu diraih setelah menekuk Kroasia 4-2, mengalahkan Panama 2-0, dan bermain imbang 0-0 melawan Ghana. Catatan enam gol masuk dan hanya dua kebobolan menunjukkan keseimbangan yang dibangun pelatih Thomas Tuchel.
Di sisi lain, Kongo datang sebagai kuda hitam yang berambisi menciptakan kejutan. Skuad asuhan pelatih asal Afrika itu memiliki Yoane Wissa yang tengah on fire dengan tiga gol di fase grup—sama dengan koleksi Harry Kane.
Pertandingan ini menyajikan duel dua striker tajam. Harry Kane sudah mengemas tiga gol dan menjadi ancaman utama lewat kemampuannya menusuk dari dalam kotak penalti. Sementara itu, Wissa menjadi motor serangan Kongo dengan kecepatan dan naluri golnya.
Kapten Inggris, Harry Kane, menjadi sorotan setelah mampu memimpin lini depan dengan baik. Dukungan dari Jude Bellingham dan Declan Rice di lini tengah membuat distribusi bola berjalan mulus. Namun, pengamat mencatat lini pertahanan Inggris masih rentah dan mudah ditembus lawan—seperti yang diperlihatkan saat Kroasia mampu mencetak dua gol.
Ini menjadi pertemuan pertama antara Inggris dan Kongo di ajang resmi. Tanpa catatan historis, kedua tim sama-sama memulai dari nol. Kongo mengandalkan kecepatan sayap dan transisi cepat untuk membongkar pertahanan The Three Lions.
Jadwal babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung sejak 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Sejumlah laga besar lain seperti Brasil vs Jepang dan Jerman vs Paraguay sudah digelar lebih dulu.
Berdasarkan performa di fase grup, Inggris diunggulkan menang dengan skor 2-0 atas Kongo. Namun, Tuchel tetap mewaspadai potensi kejutan dari tim peringkat 74 dunia itu. "Kami harus bermain disiplin dan tidak boleh lengah," ujar Tuchel dalam sesi jumpa pers jelang laga.
Laga ini akan menjadi langkah awal bagi Inggris untuk memenuhi status sebagai salah satu favorit juara. Perjalanan masih panjang, tapi hasil di fase grup sudah memberikan sinyal positif.