Pertamina Salurkan 9,3 Juta Liter Avtur untuk 208 Penerbangan Haji 2026 dari YIA dan Solo

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:10:32 WIB
Pertamina salurkan 9,3 juta liter avtur untuk mendukung 208 penerbangan haji 2026 dari YIA dan Solo.

SULAWESI UTARA — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memastikan pasokan bahan bakar untuk penerbangan haji berjalan lancar selama dua fase. Periode keberangkatan berlangsung pada 20 April hingga 22 Mei 2026, sementara fase kepulangan dijadwalkan pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Sebanyak 123 pekerja dikerahkan untuk mengelola stok, mengawasi kualitas produk, dan mengisi bahan bakar pesawat sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.

Volume Avtur Naik 30 Persen, Seiring Tambahan Kuota Jemaah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RJBT, Taufiq Kurniawan, mengatakan peningkatan volume avtur sejalan dengan bertambahnya kuota jemaah haji nasional yang naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. "Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya kuota jemaah haji nasional yang naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Taufiq, Sabtu.

Dari total 208 penerbangan yang dilayani, 106 di antaranya merupakan fase keberangkatan dan 102 sisanya fase pemulangan. Setiap proses pengisian bahan bakar dilakukan dengan mengacu pada standar keamanan dan keselamatan penerbangan yang telah dimiliki perusahaan.

Komitmen Ibadah dan Dukungan Operasional

Taufiq menambahkan bahwa dukungan terhadap penerbangan haji bukan sekadar tugas operasional, melainkan bagian dari nilai ibadah bagi setiap insan Pertamina yang terlibat. "Dukungan terhadap penerbangan haji merupakan bagian dari komitmen perusahaan dan juga menjadi nilai ibadah tersendiri bagi setiap insan yang terlibat mensukseskan perjalanan Tamu Allah tersebut," katanya.

Pertamina Patra Niaga juga sebelumnya menurunkan harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 14 persen serta mengoreksi harga Pertamax Turbo dan Dex Series mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diambil untuk mendukung efisiensi maskapai dan konektivitas udara di tengah tekanan harga bahan bakar jet global.

Dampak bagi Jemaah dan Industri Penerbangan

Pasokan avtur yang terjaga di dua bandara utama ini memastikan jadwal penerbangan haji tidak terganggu oleh ketersediaan bahan bakar. Dengan volume 9,3 juta liter, rata-rata setiap penerbangan mendapat alokasi sekitar 44.700 liter avtur. Angka ini cukup untuk melayani rute jarak menengah hingga panjang menuju Arab Saudi.

Di sisi lain, tekanan harga bahan bakar jet global akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi tantangan. Maskapai Eropa seperti Lufthansa bahkan memangkas 20 ribu penerbangan hingga Oktober 2026. Namun, dengan penurunan harga avtur domestik sebesar 10 persen mulai Juni 2026, Pertamina berupaya meredam dampak tersebut bagi maskapai nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BUMN energi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah fluktuasi pasar global, sekaligus mendukung kelancaran ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah setiap tahunnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top