KUTAI BARAT — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keindahan bangsa Indonesia justru terletak pada perpaduan berbagai perbedaan, bukan pada keseragaman. Hal itu disampaikannya saat mengisi Dialog Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Sabtu.
"Lukisan indah itu menjadi menakjubkan bukan karena bingkai emas, melainkan karena latar putih yang berpadu harmonis dengan warna merah, hijau, kuning, jingga, dan beragam warna kontras lainnya. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling cantik. Karena itu, jangan ada yang merusak lukisan ini," kata Menag Nasaruddin Umar.
Dalam kesempatan itu, Menag mengapresiasi capaian bangsa Indonesia dalam menjaga harmoni. Ia menyebut sejak meraih kemerdekaan, Indonesia sukses mencapai puncak kerukunan tertinggi pada periode 2025–2026 dengan perolehan skor indeks kerukunan mencapai 87.
"Tidak ada negara yang paling plural dan heterogen di dunia selain Indonesia. Kita memiliki ribuan pulau, serta perbedaan budaya, adat, dan agama yang sangat kontras. Namun, kita mampu menampilkan kedamaian dan kerukunan yang luar biasa. Negara yang paling rukun di dunia adalah Indonesia," ujar Menag.
Menag juga menitipkan pesan mendalam bagi lembaga pendidikan Islam dan tempat ibadah. Ia meminta pondok pesantren dan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar dan ritual ibadah semata, melainkan bertransformasi menjadi rumah kemanusiaan yang inklusif.
"Semua anak Indonesia adalah bersaudara. Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan, bukan hanya rumah bagi umat Islam saja," tambahnya.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, turut menyampaikan rasa bangga terhadap kondusivitas di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur adalah rumah besar bagi keberagaman sekaligus miniatur ideal dari Indonesia.
"Salah satu wujud keberagaman terbaik yang bisa dicontoh adalah Kutai Barat. Di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama yang sangat dinamik, masyarakat di sini terbukti bisa hidup berdampingan secara damai, bergotong-royong, adem, dan saling menghormati," puji Gubernur.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga toleransi, Pemerintah Provinsi Kaltim terus memberikan perhatian besar kepada para penjaga rumah ibadah dari semua agama. Pemprov Kaltim secara rutin memfasilitasi program perjalanan religi bagi para pengurus tempat ibadah.
Program tersebut meliputi perjalanan ibadah ke Mekah dan Madinah bagi umat Muslim, perjalanan religi ke Yerusalem bagi umat Kristen, perjalanan religi ke Vatikan bagi umat Katolik, perjalanan religi ke India bagi umat Hindu, serta perjalanan religi ke Tibet dan situs suci terkait bagi umat Buddha dan Konghucu.
Program ini diharapkan dapat terus memotivasi para tokoh agama di akar rumput untuk mempertahankan predikat Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.