SULAWESI UTARA — Momen bahagia kemenangan Inggris atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia berubah menjadi mimpi buruk bagi Jordan Henderson. Pemain berusia 34 tahun itu mengalami cedera yang terbilang aneh dan tak lazim terjadi di level turnamen sebesar ini.
Segera setelah wasit meniup peluit panjang tanda kemenangan 3-2, para pemain Inggris bergegas menuju tribun suporter untuk merayakan lolos ke perempat final. Namun, di tengah euforia tersebut, Henderson yang merupakan pemain pengganti yang tak diturunkan justru terpeleset dan jatuh melewati papan reklame di pinggir lapangan.
Petugas medis langsung berlari menghampirinya. Henderson terlihat mendapatkan perawatan oksigen dan kemudian dibawa keluar lapangan dengan menggunakan tandu. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabar buruk pun datang tak lama berselang. Hasil pemeriksaan medis memastikan Henderson mengalami patah tulang pergelangan tangan. Cedera ini memaksanya untuk tidak bisa melanjutkan perjalanan Inggris di turnamen ini.
Pelatih Thomas Tuchel mengonfirmasi situasi tersebut. "Jordan mengalami cedera pergelangan tangan. Sangat tidak pas dengan malam ini jika Jordan tidak bersama kami. Saya tidak tahu prosedurnya, dokter bilang dia sedang di rumah sakit," ujar Tuchel kepada awak media usai pertandingan.
Rekan setim Henderson, Jude Bellingham, yang mencetak dua gol dalam laga tersebut, juga memberikan komentar. "Dia dalam sedikit masalah, tapi tim medis kami pasti bisa mengendalikan semuanya. Semua orang di sini mendukungnya," kata Bellingham kepada BBC.
Kehilangan Henderson jelas menjadi pukulan bagi skuad Inggris. Meski hanya tampil sekali sebagai pemain pengganti di menit akhir melawan Panama di fase grup, pengalaman dan kepemimpinannya di ruang ganti sangat diandalkan Tuchel. Apalagi, laga kontra Meksiko juga diwarnai kartu merah Jarell Quansah yang membuat lini belakang Inggris semakin krisis pemain.