SULAWESI UTARA — Serial Star Trek memang berlatar masa depan fiksi, tapi berbagai gawai yang muncul di dalamnya telah menginspirasi lahirnya produk nyata yang kita gunakan sehari-hari. Dari ponsel lipat hingga asisten virtual, berikut lima teknologi ikonik Star Trek yang sudah atau akan segera menjadi kenyataan.
Perangkat komunikasi genggam yang dibuka dengan cara dilipat di Star Trek kini hadir dalam wujud ponsel lipat seperti Samsung Galaxy Z Fold series dan Oppo Find N series. Desain flip-nya sangat mirip dengan communicator yang digunakan Kapten Kirk dan kru Enterprise.
Bedanya, ponsel modern punya layar sentuh penuh, kamera canggih, dan akses internet. Produsen seperti Motorola bahkan sengaja merilis edisi khusus Razr yang mengingatkan pada bentuk communicator klasik.
Alat penerjemah instan yang dipakai kru Star Trek untuk berkomunikasi dengan alien kini ada di saku kita. Google Translate, Microsoft Translator, dan aplikasi pihak ketiga seperti iTranslate sudah mendukung terjemahan suara secara langsung.
Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan bahasa alami. Untuk pengguna Indonesia, fitur ini berguna saat bepergian ke luar negeri atau berkomunikasi dengan rekan bisnis asing tanpa perlu kamus fisik.
Tricorder di Star Trek bisa memindai tanda vital, komposisi tanah, hingga sumber energi. Di dunia nyata, perangkat seperti ScanWatch dari Withings atau KardiaMobile sudah mampu merekam EKG, mengukur saturasi oksigen, dan mendeteksi detak jantung tidak teratur.
Bahkan ada Qualcomm Tricorder XPRIZE yang mendorong pengembangan alat diagnostik genggam. Hasilnya, beberapa startup kini menjual pemindai kesehatan yang bisa terhubung ke smartphone dan memberikan data medis awal.
Mesin yang bisa menciptakan makanan dan barang dari energi murni di Star Trek kini berevolusi menjadi printer 3D. Di sektor makanan, printer seperti Foodini dari Natural Machines sudah bisa mencetak pizza, cokelat, dan pasta dari bahan baku segar.
Di bidang farmasi, printer 3D digunakan untuk membuat obat dengan dosis yang bisa dikustomisasi per pasien. Teknologi ini masih tergolong mahal dan terbatas, tapi potensinya untuk merevolusi manufaktur rumahan sangat besar.
Komputer suara Enterprise yang bisa diajak bicara untuk mencari data atau mengendalikan sistem kabin kini ada di rumah kita. Asisten virtual seperti Google Assistant, Amazon Alexa, dan Siri bisa menjawab pertanyaan, memutar musik, hingga mengontrol lampu dan AC.
Di Indonesia, asisten suara ini sudah terintegrasi dengan perangkat smart home lokal. Meski belum secanggih versi fiksi ilmiah yang bisa memahami konteks kompleks, perkembangannya terus mengejar ketertinggalan berkat kemajuan AI generatif.
Dari lima teknologi di atas, ponsel lipat dan asisten suara adalah yang paling mudah diakses konsumen Indonesia saat ini. Sementara tricorder medis dan printer 3D masih dalam tahap pengembangan untuk penggunaan massal. Yang jelas, visi Star Trek tentang masa depan terus menjadi panduan bagi para insinyur gadget di seluruh dunia.