Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 3.972 Sebagai Target Pelemahan Berikutnya

Penulis: Ragil  •  Senin, 13 Juli 2026 | 13:16:17 WIB
Analis Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih akan mengalami tekanan bearish dalam jangka pendek.

MANADO — Pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi tekanan bearish. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut tren penurunan tetap menjadi skenario utama. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental dinilai belum cukup kuat mendorong pembalikan arah.

Mengapa Tren Bearish Masih Mendominasi?

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam struktur primary bearish trend. Posisi harga belum mampu menembus Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance. Setiap kali harga mencoba naik mendekati area tersebut, tekanan jual kembali muncul dan membatasi ruang penguatan.

“Kondisi ini mengindikasikan seller masih memegang kendali atas pasar,” ujar Geraldo Kofit. Ia menambahkan, setiap kenaikan harga saat ini lebih berpotensi menjadi secondary trend atau sekadar koreksi jangka pendek. Setelah itu, harga diproyeksikan kembali melanjutkan tren turun yang lebih besar.

Level Support yang Perlu Diwaspadai

Dupoin Futures memproyeksikan area 4.018 menjadi level support terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Jika tekanan jual terus meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, harga emas diperkirakan dapat melanjutkan penurunan menuju target berikutnya di kisaran 3.972. Kedua area ini dinilai penting karena berpotensi menjadi titik reaksi pasar jika terjadi peningkatan aktivitas beli.

Faktor Fundamental yang Memberatkan Emas

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi sentimen kuat terhadap dolar Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level relatif tinggi membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama investor. Situasi ini menekan harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas. Ketika yield meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang mampu memberikan return lebih menarik.

Kapan Peluang Pembalikan Arah Terbuka?

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pasar tetap berpotensi berubah jika muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Data inflasi, laporan ketenagakerjaan, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan harga emas dalam waktu dekat.

Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan dan meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat mulai mereda. Sebaliknya, jika data ekonomi AS kembali menunjukkan hasil yang kuat, penguatan dolar AS berpotensi berlanjut dan memperbesar peluang pelemahan lanjutan.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, dominasi seller diperkirakan masih akan bertahan.

Reporter: Ragil
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top