MANADO — Royke Anter meminta agar potensi dari sektor pertambangan dan kepemilikan alat berat tidak dilewatkan begitu saja. Menurutnya, dua sektor ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi kas daerah.
Dalam rapat tersebut, Anter menyoroti bahwa pengelolaan IUP dan pajak alat berat di Sulawesi Utara belum tergarap optimal. Ia menilai banyak perusahaan tambang dan pemilik alat berat yang belum sepenuhnya tertib administrasi dan kewajiban pajaknya.
“Ini potensi besar. Jangan sampai ada celah yang membuat pendapatan daerah bocor,” ujar Royke Anter dalam rapat yang digelar di Manado, belum lama ini.
Meski memberikan apresiasi terhadap kinerja Bapenda yang telah mencapai realisasi pendapatan di atas 90 persen, Anter menilai capaian itu masih bisa ditingkatkan. Ia mendorong jajaran Bapenda untuk lebih agresif menjemput bola, terutama dari sektor-sektor yang selama ini luput dari pengawasan.
“Realisasi 90 persen itu bagus. Tapi kita punya potensi lebih. Jangan puas dulu,” tegasnya.
Royke Anter juga menekankan pentingnya pemutakhiran data wajib pajak, khususnya untuk perusahaan pemegang IUP dan pemilik alat berat. Data yang akurat, menurutnya, akan memudahkan Bapenda dalam menagih dan memungut pajak.
Pemprov Sulut diminta untuk memperkuat koordinasi antar dinas terkait agar tidak ada tumpang tindih atau kebocoran data. Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar target pendapatan yang lebih ambisius ke depan.