Rupiah Kembali ke Rp18.140 per Dolar AS, Mendekati Level Terlemah Setahun Terakhir

Penulis: Fajar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:18:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp18.140 per dolar AS dalam perdagangan siang ini, mendekati level terlemah dalam setahun terakhir.

SULAWESI UTARA — Berdasarkan data pasar real-time, kurs USD/IDR bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.045,3 hingga Rp18.147,5 sepanjang hari ini. Posisi penutupan siang ini menunjukkan penguatan dolar AS sebesar 0,58% secara harian, membalikkan penguatan rupiah 63 poin pada Jumat (10/7) lalu ke level Rp18.065.

Dua Katalis Global yang Dinanti Pekan Ini

Tekanan terhadap rupiah datang dari sentimen eksternal yang masih kuat. Pelaku pasar sedang menanti rilis data inflasi inti (Core CPI) AS periode Juni yang akan dirilis pada 14 Juli 2026. Angka inflasi ini akan menjadi acuan utama bagi langkah The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) saat ini berada di kisaran 100,5-100,7, turun dari puncak lima pekan di atas 101,50 pada akhir Juni. Penurunan DXY ini dipicu oleh harapan negosiasi damai antara AS dan Iran, yang sedikit meredakan permintaan terhadap aset safe haven.

Cadangan Devisa Naik, Tapi Aliran Modal Asing Masih Keluar

Di dalam negeri, fundamental makro menunjukkan sinyal yang beragam. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026, dari US$144,9 miliar pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi bantalan utama bagi stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Namun, tekanan tetap ada dari perilaku investor asing. Sepanjang Juni 2026, terjadi net sell asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham dengan total mencapai Rp23,19 triliun. Ditambah lagi, neraca dagang Indonesia yang masih negatif dan PMI Manufaktur yang masih berada di zona kontraksi turut membebani prospek rupiah dalam jangka pendek.

Level Kritis yang Harus Diwaspadai

Pergerakan rupiah saat ini semakin mendekati titik terlemahnya dalam 52 minggu terakhir di level Rp18.197,5. Volatilitas pasar valuta asing dalam setahun terakhir terbilang tinggi, dan pelaku bisnis serta importir disarankan untuk melakukan lindung nilai (hedging) untuk mengantisipasi fluktuasi lanjutan. Jika sentimen dolar AS kembali menguat, level psikologis Rp18.200 berpotensi diuji dalam waktu dekat.

Reporter: Fajar
Sumber: pintu.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top