MANADO — Pelaku UMKM di Sulawesi Utara kini bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan usaha tanpa perlu keahlian teknis tinggi. Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, saat membuka AI Ignition Program 2026 di Manado, Selasa (14/7/2026).
Menurut Tiar, AI bukan lagi teknologi yang sulit dijangkau. Pelaku UMKM dapat menggunakannya untuk mempercepat berbagai aktivitas bisnis, mulai dari membuat konten promosi hingga meningkatkan pemasaran digital.
“Keahlian teknologi ini adalah pemicu kunci untuk produktivitas UMKM,” ujar Tiar dalam sambutannya di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Tiar memberikan sejumlah contoh konkret adopsi AI yang sudah berjalan. Pedagang keripik, kata dia, menggunakan AI untuk membuat desain kemasan produk mereka. Ada juga pedagang seblak yang memanfaatkan AI untuk mencari resep terbaru, bahkan penjual snack lidi yang membuat varian menu baru menggunakan teknologi ini.
“Ini membuktikan bahwa adopsinya bisa dilakukan di berbagai sektor,” jelasnya.
Menurut Tiar, seluruh bidang usaha memiliki peluang yang sama untuk mengadopsi AI. Namun, sektor kuliner menjadi salah satu yang paling cepat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan produk dan strategi pemasaran.
AI Ignition Program 2026 tidak hanya digelar di Kota Manado. Tiar mengatakan, kegiatan serupa akan menyasar sejumlah daerah di Sulawesi Utara agar literasi digital semakin meluas.
“Hari ini saya juga dijadwalkan mengunjungi Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, dan beberapa lokasi lainnya. Jadi tidak hanya berhenti di Kota Manado, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tiar mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Buatan (AI Roadmap) 2026–2029. Dokumen ini akan menjadi pedoman nasional dalam pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.
“Kita sedang menyiapkan peta jalan kecerdasan buatan 2026 sampai 2029. Semua masih dalam proses karena perkembangan teknologi sangat cepat,” ujarnya.
Tiar menambahkan, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan program pelatihan AI bagi UMKM. Pelaku usaha di daerah diharapkan tidak lagi menganggap AI sebagai teknologi yang rumit.
“Sebenarnya simpel asal kita mau belajar. Saya tidak merasa ini rumit, karena semuanya sudah ada di handphone kita masing-masing. Tinggal kemauan kita membuka aplikasinya dan mulai belajar,” katanya.