ANC vs Pasif: Cara Kerja Peredam Bising di Headphone dan TWS yang Wajib Kamu Tahu

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 05:19:01 WIB
Ilustrasi perbedaan mekanisme peredaman pasif dan aktif (ANC) pada headphone dan TWS.

SULAWESI UTARA — Kebisingan di sekitar kita memang mengganggu. Dari dengung AC kantor hingga obrolan di kafe, telinga manusia adalah instrumen yang sangat sensitif. Untuk meredamnya, produsen headphone dan TWS (True Wireless Stereo) mengandalkan dua pendekatan berbeda: peredaman pasif dan aktif. Memahami perbedaan keduanya penting sebelum kamu memutuskan membeli perangkat audio mahal.

Apa Itu Peredaman Pasif?

Peredaman pasif adalah metode paling sederhana. Fungsinya murni sebagai penghalang fisik antara sumber suara dan gendang telinga. Saat kamu menutup telinga dengan telapak tangan, memakai earplug, atau sekadar mengenakan headphone tanpa menyalakan daya, saat itulah peredaman pasif bekerja.

Hampir semua headphone dan earphone di pasaran memiliki peredaman pasif secara bawaan. Headphone on-ear/over-ear menutup daun telinga, sementara earphone menyumbat saluran telinga. Pengecualian ada pada produk open-back yang banyak dipakai audiophile di studio, atau open-ear earbuds seperti Shokz OpenDots 2 yang populer di kalangan pelari dan pesepeda. Produk-produk itu sengaja dirancang agar suara luar tetap bisa terdengar demi keamanan atau akurasi suara.

Apa Itu Peredaman Aktif (ANC)?

ANC berbeda. Teknologi ini tidak sekadar menghalangi suara, melainkan "menghancurkannya" secara fisik. Prosesnya dimulai dari mikrofon di bagian luar perangkat yang menangkap suara ambient. Komputer kecil di dalam headphone lalu menciptakan anti-noise — gelombang suara yang merupakan kebalikan fasa dari suara asli. Ketika anti-noise bertemu dengan suara asli di dekat gendang telinga, keduanya saling meniadakan.

Bayangkan seperti menjumlahkan angka positif dan negatif: hasilnya nol. Karena itulah ANC sangat efektif meredam suara konstan bernada rendah seperti dengung pesawat atau kipas angin.

Mengapa ANC Tidak Sempurna?

Meski terdengar canggih, ANC punya keterbatasan serius. Prosesor ANC selalu bekerja dalam kondisi "terlambat" — ia bereaksi terhadap suara, bukan sinkron dengannya. Itu sebabnya suara mendadak seperti obrolan atau dentuman pintu tetap lolos. Frekuensi tinggi juga lebih sulit diatasi oleh algoritma ANC saat ini.

Untuk mengakali masalah ini, pabrikan terus menambah jumlah mikrofon. Sony WH-1000XM6 yang dirilis awal tahun ini misalnya, sudah dibekali 12 mikrofon. Namun, mikrofon sekecil lubang jarum itu tetap punya batas kemampuan menangkap suara.

ANC dan Pasif: Dua Sisi Mata Uang yang Sama

Kedua teknologi ini bekerja paling optimal saat digunakan bersama. Headphone ANC kelas atas seperti seri Bose QuietComfort atau Sony WH-1000XM membutuhkan segel kedap suara pasif dari bantalan earcup. Jika segel itu bocor — misalnya karena pengguna memakai kacamata — efektivitas ANC bisa menurun drastis. Lengan kacamata menciptakan celah kecil yang membuat suara luar masuk dan mengganggu proses pembentukan anti-noise.

Kesimpulannya: peredaman pasif adalah lini pertahanan pertama, sementara ANC adalah lapisan kedua yang menyempurnakan hasil akhir. Untuk pengalaman mendengar paling hening di kereta atau pesawat, pastikan headphone yang kamu pilih memiliki kualitas segel pasif yang baik dan ANC yang mumpuni.

Reporter: Sutomo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top