Warga Tanjung Merah Bitung Bakar Fasilitas PT Futai, 4 Orang Terluka Kena Lemparan Batu

Penulis: Fajar  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35:31 WIB
Empat warga terluka akibat lemparan batu saat aksi blokade di PT Futai, Bitung, Selasa malam.

BITUNG — Kerusuhan pecah di Kelurahan Tanjung Merah, Bitung, setelah aksi blokade jalan oleh warga terhadap PT Futai Sulawesi Utara berubah menjadi perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan. Empat warga dilaporkan mengalami luka-luka, satu di antaranya luka serius di bagian kepala.

Peristiwa bermula saat puluhan warga memblokade akses menuju pabrik pengolahan kertas daur ulang itu pada Selasa malam. Mereka memprotes dugaan beroperasinya kembali PT Futai yang dinilai masih mengeluarkan bau limbah menyengat dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

Kronologi: Dari Lemparan Batu hingga Pembakaran Mess Karyawan

Ketegangan meningkat ketika warga menduga ada pelemparan batu dari dalam area perusahaan ke arah massa. Empat orang terkena lemparan dan harus mendapat perawatan medis. Salah satu korban, Krisna Hontong, dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala.

Kemarahan warga tak terbendung. Massa kemudian masuk ke area pabrik dan membakar mess karyawan, area parkir kendaraan, serta satu unit mobil pikap milik perusahaan. Api baru bisa dikendalikan setelah aparat gabungan tiba di lokasi.

Wawalkot Bitung Turun Langsung, Tuntutan Warga: Hentikan Aktivitas PT Futai

Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka bersama Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ langsung mendatangi lokasi dan berdialog dengan massa. Ketiganya menemui warga yang menuntut agar pelaku pelemparan batu segera diungkap dan seluruh aktivitas PT Futai dihentikan.

Dialog berlangsung hingga larut malam. Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi di area perusahaan. Massa mulai membubarkan diri secara bertahap pada Rabu (15/7/2026) dini hari.

Korban Berpotensi Bertambah, Manajemen Perusahaan Bungkam

Ketua LPM Kelurahan Tanjung Merah, Elsje Lengkong, mengatakan jumlah korban masih bisa bertambah. “Untuk sementara yang terdata empat orang, tetapi masih ada warga lain yang mengalami luka dan belum didata,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT Futai Sulawesi Utara belum memberikan keterangan resmi. Tidak ada pernyataan terkait dugaan pelemparan batu maupun informasi mengenai aktivitas operasional perusahaan yang dipersoalkan warga.

Peristiwa Selasa malam merupakan eskalasi dari penolakan warga Tanjung Merah terhadap PT Futai yang dalam beberapa waktu terakhir diprotes karena dugaan pencemaran lingkungan dan bau limbah yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: detikmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top