SULAWESI UTARA — Kabar ini muncul dari laporan yang diterima ANTARA News pada Sabtu (18/7), yang menyebut Volvo sedang mengkaji secara serius opsi untuk memperkenalkan varian sedan dan wagon bertenaga listrik penuh di Amerika Serikat. Meski belum ada pernyataan resmi dari pabrikan, sumber internal mengindikasikan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap studi kelayakan pasar.
Selama ini, Volvo dikenal lewat jajaran SUV listrik seperti EX90 dan crossover seperti C40 Recharge. Namun, dengan rencana ini, pabrikan asal Swedia itu ingin menghidupkan kembali segmen sedan dan wagon—dua bodi yang sempat menjadi identitas mereka di era mesin pembakaran—dalam format elektrifikasi penuh.
Langkah ini menarik karena pasar AS sendiri masih didominasi SUV dan pickup. Namun, Volvo melihat ceruk konsumen setia yang menginginkan mobil rendah dengan efisiensi aerodinamis lebih baik dan handling khas sedan atau wagon.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Volvo membidik tahun 2028 sebagai waktu peluncuran. Rentang waktu empat tahun ke depan itu akan digunakan untuk pengembangan platform khusus dan penyesuaian regulasi emisi di berbagai negara bagian.
Belum ada kepastian apakah model ini akan menggunakan platform SPA2 yang sudah dipakai EX90 atau platform generasi berikutnya. Namun, yang jelas Volvo berkomitmen penuh menjadi pabrikan mobil listrik murni pada 2030, sehingga lini sedan dan wagon listrik ini menjadi bagian penting dari peta jalan elektrifikasi mereka.
Keputusan Volvo ini juga bisa berdampak pada persaingan di segmen EV premium. Saat ini, Tesla Model S masih mendominasi segmen sedan listrik mewah, disusul Lucid Air dan Porsche Taycan. Jika Volvo benar-benar masuk, mereka akan membawa nilai tambah berupa desain Skandinavia dan reputasi keselamatan.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran model ini mungkin masih perlu waktu. Saat ini Volvo Indonesia masih fokus pada model listrik rakitan lokal seperti EX30 dan EX90. Namun, jika model sedan dan wagon listrik ini sukses di AS, bukan tidak mungkin dibawa ke Asia termasuk Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Pewarta: Farika Nur Khotimah