SULAWESI UTARA — Operasi penangkapan empat terduga bandar narkoba yang melibatkan personel gabungan TNI-Polri berakhir tragis. Pratu Galuh Nugraha, anggota POM TNI AD, gugur setelah peluru yang dilepaskan petugas memantul dan mengenai tubuhnya. Insiden terjadi saat tim gabungan menghadang mobil pelaku di kawasan SPBU Juli, Kabupaten Bireuen.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan kronologi kejadian. Pengejaran dilakukan terhadap empat terduga bandar yang berada dalam satu mobil. Dalam proses tersebut, petugas melepaskan tembakan peringatan maupun ke arah kendaraan pelaku. "Rekoset atau peluru memantul mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan," ujar Joko dalam keterangan resmi, Minggu (26/7/2026).
Korban yang awalnya dikira warga biasa ternyata adalah Pratu Galuh Nugraha. Ia dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Joko menyebut peristiwa ini menjadi duka bagi semua pihak. "Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha," katanya.
Kapolda Aceh segera berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda beserta jajarannya, Danpuspomad, serta Danpomdam IM. "Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi," ujar Joko. Langkah ini diambil guna memastikan penanganan korban dan transparansi penyelidikan.
Polda Aceh juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi, foto, video, atau narasi yang belum terverifikasi. "Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik," imbau Joko. Hal ini penting untuk menghindari spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum.
Atas nama keluarga besar Polda Aceh, Joko menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha dan seluruh jajaran TNI. Ia mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Insiden ini menjadi pengingat tingginya risiko operasi gabungan pemberantasan narkoba di Aceh, yang kerap diwarnai perlawanan sengit dari bandar.
Penyidik masih mendalami apakah ada unsur kelalaian prosedur dalam insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antara Polda Aceh dan TNI AD terus berlangsung untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.