Amman Mineral Andalkan AI dan Sensor IoT di Tambang Batu Hijau, Target Produksi Fase 8 dan Blok Elang

Penulis: Saiful  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:38:01 WIB
Amman Mineral mengandalkan integrasi AI dan sensor IoT untuk menjaga ritme produksi di tambang Batu Hijau, Sulawesi Utara.

SULAWESI UTARA

Menjaga Ritme Produksi di Tengah Transisi Fase Tambang

Memasuki 2026, Amman mulai memproduksi bijih dari Batu Hijau Fase 8. Fase ini menuntut penanganan batuan penutup dan transportasi material yang jauh lebih masif, apalagi karakteristik bijihnya berkadar rendah hingga menengah. Kelancaran operasional menjadi harga mati agar target produksi tetap tercapai.

Untuk memandu pergerakan ratusan armada truk raksasa di area pit, perusahaan mengandalkan Fleet Management System (FMS) yang terintegrasi dengan sensor IoT dan algoritma AI. Data telemetri seperti suhu mesin, getaran, dan tingkat keausan suku cadang dikirim langsung ke pusat kendali secara real-time.

Algoritma prediktif kemudian menganalisis data tersebut untuk menjadwalkan pemeliharaan sebelum kerusakan mekanis terjadi. Langkah ini tidak hanya memperpanjang usia pakai armada dan memangkas biaya modal, tetapi juga menekan konsumsi bahan bakar fosil secara terukur.

Keselamatan Pekerja Jadi Prioritas Utama

Di balik kecanggihan sistem, Amman menempatkan manusia sebagai pusat keselamatan. Kamera pintar berbasis AI dipasang di dalam kabin operator alat berat untuk memantau indikator micro sleep dan kelelahan. Jika mata operator terpejam melampaui batas toleransi atau menunjukkan gestur kelelahan ekstrem, sistem otomatis membunyikan alarm keras di kabin dan mengirimkan sinyal bahaya ke ruang dispatch.

Vice President Corporate Communications Amman, Kartika Octaviana, menegaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk memperkuat keselamatan kerja, bukan sekadar mengikuti tren.

"AI tidak ditempatkan sebagai teknologi yang mengikuti tren tetapi diarahkan membantu manusia bekerja lebih cepat, cerdas, dan aman di seluruh rantai operasi," ungkap Kartika dalam publikasi resmi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI).

Laser 3D Menjaga Pabrik Pengolahan dari Material Asing

Tantangan tidak berhenti di area tambang. Setiap hari, lebih dari 100.000 ton bijih mengalir di atas conveyor menuju mesin penggiling raksasa Semi-Autogenous Grinding (SAG) Mill. Material penyusup seperti batuan berukuran ekstrem atau potongan besi bekas tambang bisa merusak komponen utama dan menghentikan seluruh sirkuit produksi.

Kamera 2D konvensional kerap terkendala perubahan pencahayaan. Tim Metalurgi Amman pun menciptakan inovasi 3D Particle Size Measurement (3DPM) menggunakan metode laser triangulation. Pemindai laser 3D di atas conveyor belt memindai bentuk, ukuran, dan volume setiap objek secara presisi. Begitu objek berbahaya terdeteksi, sistem memberi peringatan dini sehingga operator bisa menghentikan atau mengekstraksi material sebelum masuk mesin penggiling.

"Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Aliran material menjadi jauh lebih konsisten, yang pada akhirnya menjaga produktivitas tambang tetap berada di kurva optimal," ujar Victor dalam laporan keberhasilan inovasi operasional Amman, 2026.

Efisiensi berlanjut ke sirkuit flotasi dengan pemodelan proses berbasis AI yang mengontrol campuran agen kimia, tingkat keasaman (pH), dan suplai udara secara real-time. Hasilnya, tingkat perolehan tembaga dan emas meningkat signifikan. Terobosan ini mengantarkan Amman meraih Juara 1 kategori Best Practices in Processing pada ajang internasional 4th ASEAN Mineral Awards.

Blok Elang: Megaproyek dengan Infrastruktur Efisien

Pengalaman operasional cerdas di Batu Hijau Fase 8 menjadi batu pijakan penting menuju pengembangan Blok Elang di Sumbawa. Dengan potensi cadangan bijih mencapai 2.526 juta ton—hampir empat kali lipat sisa cadangan Batu Hijau yang sebesar 696 juta ton—proyek ini dijadwalkan berproduksi pada 2031 hingga 2046.

Melalui pendekatan Brownfield Development, Blok Elang akan memanfaatkan infrastruktur eksisting Batu Hijau seperti sirkuit penggilingan, pelabuhan, dan jaringan logistik. Strategi ini secara drastis menekan pembukaan lahan baru dan menghemat alokasi biaya investasi.

Seluruh inovasi di lapangan hulu dan hilir tersebut dibentengi arsitektur teknologi informasi skala enterprise. Amman telah memigrasikan sistemnya dari on-premises ke SAP S/4HANA Cloud sebagai tulang punggung digital perusahaan. Dengan fondasi ini, masa depan pertambangan modern tidak lagi hanya soal seberapa banyak mineral yang diekstraksi, tetapi seberapa cerdas dan bertanggung jawab prosesnya.

Reporter: Saiful
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top