Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp 2,695 Juta per Gram, Buyback Ikut Melonjak Rp 25 Ribu

Penulis: Fajar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:54:31 WIB
Harga emas batangan Antam tercatat naik menjadi Rp2,695 juta per gram, diikuti kenaikan harga buyback sebesar Rp25 ribu.

SULAWESI UTARA — Lonjakan harga jual ini diikuti kenaikan yang lebih tinggi pada posisi buyback atau harga beli kembali. Antam mematok harga buyback di level Rp 2.555.000 per gram, naik Rp 25.000 dari perdagangan sebelumnya. Artinya, selisih atau spread antara harga jual dan harga beli kembali saat ini berada di kisaran Rp 140.000 per gram.

Bagi masyarakat yang ingin menjual emas batangannya, harga buyback adalah patokan nominal yang akan diterima. Sementara itu, harga yang tercantum di awal adalah patokan resmi saat konsumen membeli logam mulia dari gerai Antam.

Mengapa Harga Emas Terus Menguat?

Penguatan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan emas global. Pada perdagangan Senin kemarin, harga emas spot naik 0,9 persen ke posisi US$ 4.413,93 per ounce, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,8 persen di level US$ 4.473,70 per ounce.

Kepala Analis Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan pasar mulai memperhitungkan potensi stagflasi—kondisi di mana pertumbuhan ekonomi melambat namun inflasi tetap tinggi. “Pasar emas tampaknya mulai memperhitungkan kondisi stagflasi, dengan melemahnya pasar tenaga kerja dan ekspektasi bahwa The Fed akan menoleransi tingkat inflasi saat ini,” ujarnya.

Faktor lain yang menopang harga emas adalah pelemahan indeks dolar AS yang menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Berbalik Arah

Harapan pasar terhadap kebijakan moneter AS juga ikut berubah. Data ketenagakerjaan AS pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan, ditambah inflasi konsumen yang relatif terkendali, membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menurun drastis.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada September kini hanya 33 persen—turun signifikan dari 51,2 persen sebulan sebelumnya. Kondisi ini menjadi angin segar bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil dibandingkan aset berpendapatan tetap seperti obligasi.

Investor kini menanti risalah rapat The Fed pada Juli yang dijadwalkan rilis Rabu (19/8/2026) waktu setempat. Dokumen tersebut diharapkan memberi petunjuk lebih jelas soal arah kebijakan moneter ke depan.

Rekor Tertinggi Masih Jauh dari Jangkauan

Meski menguat, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat pada Kamis (29/1/2026) lalu. Saat itu, harga emas Antam sempat menyentuh level Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback Rp 2.989.000 per gram.

Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Seluruh harga yang dirilis hari ini mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis Antam yang menangani penjualan emas batangan bersertifikat.

Reporter: Fajar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top