Diego Luna Bicara Film Ashes di Sarajevo: Migran Tak Pernah Dilihat dari yang Mereka Tinggalkan

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:54:01 WIB
Diego Luna menerima Heart of Sarajevo Award di Sarajevo Film Festival.

SULAWESI UTARA — Kehadiran Diego Luna di Sarajevo Film Festival pekan ini bukan sekadar memenuhi undangan. Selain menerima penghargaan kehormatan Heart of Sarajevo Award, bintang Andor ini juga memanfaatkan momen untuk berdialog dengan penonton yang datang dari konteks budaya berbeda. Ia menyebut festival semacam ini membuka perspektif baru dalam memandang sinema.

"Saya bisa melihat film dari sudut pandang orang-orang yang latar belakangnya berbeda dengan saya," ujar Luna di Variety Lounge yang digelar bersama BH Telecom.

Sinopsis Ashes: Kisah Perempuan yang Meninggalkan Segalanya

Ashes yang tayang perdana di Cannes tahun ini diadaptasi dari novel karya Brenda Navarro. Film ini mengikuti perjalanan seorang perempuan muda Meksiko bernama Anna Diaz yang memulai hidup baru di Spanyol, delapan tahun setelah ibunya memutuskan meninggalkan Meksiko menuju Madrid.

Alih-alih berfokus pada kehidupan baru para imigran, Luna justru mengarahkan kamera pada apa yang mereka tinggalkan. "Ketika kita bicara soal migran, kita tidak pernah berpikir tentang apa yang mereka tinggalkan," kata Luna.

Mengapa Kisah Imigran Selalu Dilihat dari Satu Sisi

Menurut Luna, Ashes adalah film tentang beban yang dipikul para imigran di pundak mereka. Ia merasa beruntung bisa bekerja dengan tim yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap isu ini.

"Saya sangat beruntung bekerja dengan tim yang punya kebutuhan yang sama untuk membuat film yang memperhatikan hal-hal yang biasanya tidak kita perhatikan sebagai warga negara," jelasnya.

Baginya, ketidakadilan dunia justru lahir dari sikap acuh tak acuh. "Jika kita sadar akan perjalanan setiap orang, dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih baik," tambah Luna.

Dari Aktor ke Sutradara: Peran Ayah yang Mengubah Arah Karier

Luna yang dikenal lewat Y Tu Mama Tambien garapan Alfonso Cuaron ini mengaku keputusan pindah ke kursi sutradara dipicu oleh perannya sebagai ayah. Ia merasa butuh bercerita dengan caranya sendiri.

"Sebagai aktor, kamu selalu ada untuk sudut pandang orang lain. Tapi ketika saya menjadi ayah, saya mulai ingin merefleksikan perjalanan itu dan pengalaman saya sendiri sebagai anak," ungkapnya.

Sambutan Penonton Lokal di Sarajevo

Meski baru pertama kali mengunjungi ibu kota Bosnia, Luna menemukan kemiripan antara penonton Bosnia dan Meksiko. Di sela-sela kegiatannya, ia juga disambut penggemar setia Andor yang datang mengenakan merchandise karakter favorit mereka.

Penghargaan Heart of Sarajevo Award yang diterimanya tahun ini menambah deretan pencapaian Luna dalam industri film global. Dari layar lebar hingga serial streaming, ia terus memperluas jangkauan karya tanpa kehilangan akar cerita yang ingin disampaikan.

Reporter: Sutomo
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top