Drama Ruang Ganti Man City Terungkap: Guardiola Bentrok dengan Walker dan Nyaris Menangis

Penulis: Fajar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:09:31 WIB
Guardiola terlihat menahan emosi saat berbicara di ruang ganti usai pertandingan melawan Feyenoord.

SULAWESI UTARA — Musim gugur 2024 menjadi mimpi buruk bagi Manchester City. Dari 13 pertandingan, tim asuhan Guardiola hanya menang sekali dan menelan sembilan kekalahan. Puncak frustrasi terjadi saat City kehilangan keunggulan 3-0 dan harus puas imbang 3-3 melawan Feyenoord di Liga Champions, momen ketika Guardiola terlihat menggaruk wajahnya sendiri di pinggir lapangan.

Pertengkaran dengan Kyle Walker Usai Kekalahan dari Liverpool

Dokumenter tersebut merekam pertengkaran sengit di ruang ganti setelah City dikalahkan Liverpool. Walker, yang dipilih rekan setimnya sebagai kapten, merasa terus menjadi sasaran kritik Guardiola di depan umum.

"Kau terus menyebut namaku di setiap pertemuan. Setiap rapat, selalu namaku. Kau entah bagaimana menyeret namaku ke dalam masalah ini," protes Walker dalam rekaman tersebut.

Walker juga menuding Guardiola sebenarnya tidak menginginkannya menjadi kapten. Namun, Guardiola membantah dan menegaskan bahwa bek Inggris itu terlalu mempersonalisasi masalah.

Suara Bergetar Guardiola: "Aku Ingin Bertarung"

Meski terlibat adu mulut, Guardiola justru menunjukkan sisi emosionalnya. Dengan suara bergetar, ia menjelaskan alasan memperpanjang kontraknya meski tim sedang terpuruk.

"Jika aku menjadi masalah, kau harus memberitahuku. Aku tidak akan bertahan di sini demi uang atau sekadar bertahan. Aku memperpanjang kontrak karena aku ingin bersamamu. Aku ingin bertarung. Aku tidak ingin kalian merasa aku pergi atau melarikan diri," ucap Guardiola dengan nada hampir menangis.

Ancaman Mundur Usai Dihancurkan Bayer Leverkusen

Ledakan kemarahan lain terjadi pada November 2025. Setelah City dipermalukan 2-0 oleh Bayer Leverkusen di Liga Champions—kekalahan yang dipicu keputusan Guardiola merombak 10 posisi pemain—sang manajer mengancam mundur di ruang ganti.

"Tidak bisa diterima kurangnya keberanian, semangat, cinta, dan keinginan untuk menang ini. Aku bekerja untuk kalian. Aku meninggalkan hidupku, perceraianku, dan keluargaku yang jauh, semuanya demi kalian. Dan apa yang kalian berikan? Performa sialan yang kalian tunjukkan. Ini aib, kawan. Aku benar-benar lelah. Saat aku melihat ini, aku kehabisan tenaga. Aku ingin berhenti," ujarnya.

Kekhawatiran Petinggi Klub dan Masa Depan De Bruyne

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, mengaku sudah mendengar ancaman Guardiola untuk pergi "100 kali" selama masa kepemimpinannya. Namun, kekalahan dari Leverkusen membuatnya benar-benar khawatir.

Dalam rekaman pesan suara yang diungkap dokumenter, Khaldoon menyampaikan kemarahannya kepada CEO Ferran Soriano. "Aku sangat marah. Ini mungkin salah satu titik terendah yang pernah kita alami," kata Khaldoon. Soriano menyarankan respons yang tidak terlalu negatif atau agresif, tetapi juga tidak terlalu lunak.

Serial ini juga menyingkap diskusi jujur di ruang rapat soal kebijakan transfer dan kekecewaan Kevin De Bruyne setelah diberi tahu kontraknya tidak akan diperpanjang. Guardiola mengakhiri masa baktinya di Etihad Stadium dengan koleksi 20 trofi selama satu dekade.

Reporter: Fajar
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top