BOLSEL — Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid memimpin rapat koordinasi Satgas MBG bersama Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kepala SPPG, dan para mitra di Ruang Rapat Berkah, Rabu (19/8/2026). Rapat ini menitikberatkan pada penguatan koordinasi, monitoring, serta evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Dari enam SPPG yang berstatus operasional, lima di antaranya telah berjalan melayani masyarakat di wilayah Posigadan, Helumo, dan Bolaang Uki. Satu SPPG lainnya yang berada di Kecamatan Pinolosian Tengah, Desa Deaga, masih dalam tahap melengkapi berbagai kebutuhan operasional.
Dinas Kesehatan membeberkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum SPPG Deaga dapat beroperasi penuh. Beberapa di antaranya adalah denah bangunan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), standar operasional prosedur (SOP), serta kelengkapan administrasi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kelengkapan sarana, kompetensi para relawan juga menjadi sorotan. Dinas Kesehatan menekankan pentingnya sertifikat kompetensi atau sertifikat pelatihan bagi relawan sebagai bagian dari pemenuhan komponen persyaratan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Deddy Abdul Hamid mengingatkan agar pelaksanaan MBG tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurutnya, aspek utama yang harus menjadi perhatian adalah kualitas dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, khususnya anak-anak.
“Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi harus memperhatikan gizi makanan yang disalurkan. Kita ingin program ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas gizi putra-putri kita ke depan,” tegasnya.
Wabup juga menyoroti pentingnya perawatan dan pengelolaan SPPG agar terhindar dari berbagai persoalan. Ia meminta peran aktif Korwil maupun Kepala SPPG untuk sigap dalam mengantisipasi masalah yang muncul.
“SPPG harus berjalan dengan baik dan jauh dari persoalan. Di sinilah diperlukan peran aktif Korwil maupun Kepala SPPG untuk sigap dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul,” ujar Deddy.
Kebutuhan bahan baku dalam pelaksanaan MBG membutuhkan keterlibatan sekitar 15 supplier di setiap SPPG. Hal ini diperlukan karena terdapat sejumlah bahan yang belum tersedia di Kabupaten Bolsel, sementara jumlah penyedia bahan baku lokal masih terbatas.
Deddy meminta Kepala SPPG dan Korwil untuk membangun koordinasi yang baik agar berbagai kebutuhan program dapat terpenuhi. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kepala SPPG dengan ahli gizi dalam penyusunan dan penyediaan menu makanan agar mendukung tumbuh kembang anak.
Kepada para mitra penyedia bahan makanan, Wabup berpesan agar benar-benar memastikan bahan yang disediakan memiliki kualitas yang baik, bersih, sehat, dan layak dikonsumsi. Ia juga meminta agar menu makanan dibuat bervariasi sehingga anak-anak tidak merasa bosan, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kebutuhan gizi.
“Ini bisa berjalan dengan baik apabila semua pihak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kalau ada mitra yang hanya mengejar keuntungan dan tidak memperhatikan kualitas serta ketentuan program, segera laporkan,” tegasnya.
Deddy menilai program MBG tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan gizi anak, tetapi juga membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, melalui penyediaan makanan bergizi. Ia mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan dan memperkuat komunikasi intensif antara SPPG, Korwil, pemerintah daerah, dan para mitra.