SULAWESI UTARA — Bali United menjadi panggung pembuktian bagi Jay Herdman. Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menegaskan bahwa pemain berusia 22 tahun itu tidak bisa hanya mengandalkan status sebagai anak John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, untuk bersinar di kompetisi tertinggi.
“Menurut saya sih yang harus membuktikan Jay Herdman ya apakah dia benar-benar bagus atau tidak,” ujar Gita Suwondo kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2026).
Gita Suwondo menilai Bali United adalah tempat yang ideal bagi pemain muda untuk menunjukkan kapasitas. Ia menyebut klub kebanggaan warga Bali itu berada di posisi papan tengah, bukan tim yang sedang berjuang di papan bawah atau tim yang sudah mapan di papan atas.
“Bali United kan salah satu tempat di mana dia bisa membuktikan dirinya bagus, klub yang bukan papan atas lagi dan bukan papan bawah tapi papan tengah,” imbuhnya.
Jay Herdman sudah menjalani debutnya bersama Bali United saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Ia masuk pada babak kedua dan hanya mendapat sekitar 11 menit bermain.
Namun, momen singkat itu ternoda oleh kesalahan antisipasi bola silang Mariano Peralta yang berujung pada gol penyeimbang Persib menjadi 2-2 lewat Balsa Sekulic. Insiden ini menjadi catatan tersendiri bagi sang pemain.
Gita Suwondo menekankan bahwa bermain sebagai pemain pengganti tidak cukup. Jay Herdman harus bekerja keras untuk merebut posisi di starting XI, bukan hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
“Kemungkinannya masih bisa dan kalaupun sekarang cadangan dia harus buktikan dia bisa jadi pemain inti. Tidak hanya main sebentar seperti melawan Persib,” tegasnya.
Kedatangan Jay Herdman memang memicu perbincangan soal nepotisme karena hubungannya dengan John Herdman. Namun, Gita Suwondo menilai isu tersebut tidak perlu dibesar-besarkan selama sang pemain mampu menunjukkan kualitasnya di lapangan.
“Kalau banyak kritik pastilah di kita kan sering dibilang itu nepotisme-nepotisme. Sering dibilang bagian dari korupsi dan nepotisme,” kata pengamat yang akrab disapa Bung GAZ itu.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Jay Herdman merespons tekanan tersebut. Apakah ia mampu membuktikan diri sebagai pemain profesional yang layak bersaing, atau justru tenggelam di bawah bayang-bayang nama besar keluarganya.