MINUT — Pembukaan LTF 2026 ditandai dengan Tarian Tumetenden dari Sanggar Esamanta PNNT, dilanjutkan sambutan Tarian Kabasaran Tonsea untuk Bupati Joune Ganda beserta Ketua TP PKK Rizya Ganda Davega. Prosesi adat ini menjadi pembuka rangkaian acara yang juga dihadiri Anggota DPD RI Adriana Dondokambey, Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung, dan Ketua DPRD Minut Vonny A. Rumimpunu.
Ketua Panitia Samuel Ray Dondokambey melaporkan bahwa festival tidak hanya menyuguhkan atraksi wisata, tetapi juga ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Puluhan stan UMKM berdiri di sepanjang area pantai, menjual produk khas Minahasa Utara kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Bupati Joune Ganda menegaskan LTF merupakan agenda rutin Pemkab Minut. Menurutnya, festival ini mengangkat panorama Pantai Paal sebagai ikon wisata sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat dan kearifan lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisatawan.
Kepala Dinas Perindustrian Sulut Hendrik Ruben Tendean membacakan sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus. Dalam sambutannya, gubernur mengapresiasi penyelenggaraan LTF 2026 yang dinilai mampu mengeksplorasi kekayaan alam, tradisi, dan budaya sebagai modal pengembangan Likupang yang telah ditetapkan sebagai DPSP.
Gubernur menekankan bahwa pengembangan Likupang bukan sekadar menjadikan kawasan itu tujuan wisata, melainkan amanah yang harus dikelola baik dan berkelanjutan. Sektor pariwisata diharapkan berjalan seiring dengan kemajuan UMKM dan pemberdayaan generasi muda lokal.
Pertunjukan Tarian Kawasaran Pinawaaan Sombor Suwaan turut memeriahkan pembukaan. Penampilan ini menjadi upaya menghadirkan kembali tradisi lokal dalam festival yang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan. Suasana semakin semarak dengan Parade Pakaian Nusantara yang menampilkan keberagaman busana dari berbagai daerah.
Bupati Joune Ganda bersama rombongan sempat meninjau sejumlah stan UMKM peserta. Kehadiran stan-stan tersebut menjadi bagian penting karena memberikan ruang bagi pelaku usaha memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada pengunjung.
LTF 2026 menjadi ruang pertemuan antara pariwisata, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Likupang kembali menunjukkan bahwa daya tarik kawasannya tidak hanya terletak pada keindahan Pantai Paal, tetapi juga pada kekayaan tradisi dan kreativitas warganya.