4 UMKM Sulawesi Utara Tampil di KKI 2026 Jakarta, Wastra Pinawetengan hingga Kopi Tomohon Siap Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Yasir  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:31:31 WIB
Empat UMKM Sulawesi Utara memamerkan produk unggulan pada Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta, 20-23 Agustus 2026.

JAKARTA — Sebanyak empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sulawesi Utara (Sulut) unjuk gigi di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Hall A dan B JICC, Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026. Mereka terpilih mewakili provinsi di tengah lebih dari 550 UMKM yang mengikuti pameran secara luring dan 1.300 UMKM lainnya secara daring.

Pameran tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) ini mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing". Acara dibuka resmi oleh Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Empat Produk Sulut yang Menonjol di Panggung Nasional

Dari sekian banyak peserta, empat produk khas Sulut berhasil mencuri perhatian pengunjung di segmen masing-masing. Wastra khas Pinawetengan dari Minahasa dan olahan vanila premium Narasi Vanilla turut mengisi pameran luring, memperkenalkan kekayaan budaya dan hasil bumi daerah.

Sementara itu, Elmonts Coffee asal Tomohon terpilih untuk tampil dalam showcase Cangkir Barista. Kopi Robusta Gunung Ambang dari Kotamobagu juga melangkah lebih jauh dengan mengikuti agenda Business Matching Ekspor, sebuah kesempatan emas untuk bertemu langsung dengan calon pembeli dari luar negeri.

Peran Bank Indonesia Sulut dalam Mendampingi UMKM

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut (KPw BI Sulut), Joko Supratikto, menilai partisipasi ini bukan sekadar seremonial. Ia menegaskan bahwa kehadiran produk lokal di ajang internasional merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada pasar yang lebih luas.

"Partisipasi UMKM Sulawesi Utara dalam KKI 2026 merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan produk unggulan daerah kepada pasar nasional dan global. Ketika UMKM Sulawesi Utara semakin naik kelas, produk lokal memiliki daya saing kuat, dan akses pasar semakin terbuka, maka Sulawesi Utara akan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Joko Supratikto.

Digitalisasi Jadi Kunci Sebelum Tembus Pasar Global

Persiapan menuju panggung Jakarta tidak dilakukan secara instan. Sebelum berangkat, BI Sulut telah menggembleng para pelaku usaha melalui kegiatan Road to KKI 2026 bertajuk Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026.

Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas digitalisasi dan daya saing pelaku UMKM. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas lokal ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Utara.

Dengan pengalaman tampil di KKI 2026, keempat UMKM ini diharapkan tidak hanya berhenti di panggung pameran, tetapi mampu membawa produk Sulut bersaing di kancah ekspor global.

Reporter: Yasir
Sumber: sulutreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top