3 Juta Jiwa Terpapar Asap Karhutla di 37 Kabupaten/Kota, Menkes Imbau Warga Pakai Masker

Penulis: Ragil  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 15:58:31 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan sekitar tiga juta jiwa di 37 kabupaten/kota terdampak kabut asap karhutla di tujuh provinsi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota di Indonesia kini terpapar langsung kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan resmi agar warga di tujuh provinsi terdampak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini menyusul penyebaran karhutla yang telah meluas ke 87 kabupaten/kota di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

JAKARTA — Kemenkes mencatat karhutla saat ini telah menyebar ke 87 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Dari total wilayah tersebut, sebanyak 37 kabupaten/kota masuk dalam kategori terpapar langsung dengan estimasi 3 juta jiwa terdampak kabut asap.

Budi menjelaskan bahwa bahaya utama dari kabut asap karhutla adalah partikel halus PM2,5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Partikel ini dinilai sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru dan memicu berbagai gangguan pernapasan.

PM2,5 dan Risiko ISPA pada Kelompok Rentan

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi di Jakarta, Minggu.

Paparan partikel halus ini tidak hanya menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan gatal, tetapi juga berpotensi memperparah kondisi penyakit paru kronis. Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

Masker Jadi Pertahanan Pertama, Pantau Kualitas Udara via Aplikasi

Menghadapi situasi ini, Kemenkes menegaskan masker menjadi pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai tertutup asap. Warga diimbau untuk tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan yang muncul akibat polusi udara.

Pemerintah juga mendorong warga untuk rutin memeriksa indeks kualitas udara secara mandiri melalui berbagai aplikasi resmi. Pemantauan ini dinilai krusial agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

Kapan Harus Segera ke Puskesmas?

Kemenkes mengingatkan agar warga segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat. Langkah ini diperlukan sebelum kondisi kesehatan semakin memburuk akibat paparan asap yang berkepanjangan.

Reporter: Ragil
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top