Basarnas Sulut Dorong Pengelola Wisata Awasi Pengunjung Usai 4 Remaja Terseret Ombak di Minahasa, 3 Tewas

Penulis: Ragil  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:41:01 WIB
Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mendesak pengelola wisata meningkatkan pengawasan pengunjung di lokasi wisata perairan.

Tiga dari empat remaja yang terseret ombak di Pantai Tuturuga, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu (22/8) dipastikan meninggal dunia. Menyusul insiden itu, Kepala Basarnas Sulawesi Utara George Mercy Randang mendesak para pelaku usaha wisata untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung, khususnya di lokasi wisata perairan.

MANADO — Insiden tragis di Pantai Tuturuga, Kabupaten Minahasa, yang menewaskan tiga remaja pada akhir pekan lalu, mendorong Basarnas Sulawesi Utara angkat bicara. George Mercy Randang, Kepala Basarnas Sulut, meminta pengelola wisata tidak hanya berfokus pada fasilitas, tetapi juga pada aspek keselamatan pengunjung.

"Pelaku usaha di bidang pariwisata diharapkan lebih intensif melakukan pengawasan terhadap pengunjung, khususnya di lokasi wisata perairan," kata George di Manado, Minggu (23/8).

Petugas Wisata Diminta Kuasai Pertolongan Pertama

George menekankan bahwa pengawasan saja tidak cukup. Para pengelola wisata juga diminta membekali petugasnya dengan pengetahuan dan keterampilan Search and Rescue (SAR), terutama bantuan hidup dasar. Hal ini dinilai krusial untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum tim SAR tiba di lokasi kejadian.

“Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, kami mendorong seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi petugas dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Kronologi Terseret Ombak di Pantai Tuturuga

Peristiwa nahas itu terjadi saat empat remaja berenang di Pantai Tuturuga sekitar pukul 17.30 Wita. Mereka terseret ombak dan dilaporkan hilang. Korban yang selamat, Miki Somba (16), warga Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Selatan, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, tiga korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Candra Pitoy (17), Grazelli Kindangen (18), dan Kenzy Lengkong (17). Kenzy, yang sempat dinyatakan belum ditemukan, akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia.

Peralatan SAR Dikerahkan untuk Evakuasi

Dalam proses pencarian korban, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan berat. Mulai dari rescue truck, rescue car, rubber boat, peralatan selam, hingga water rescue dan aqua eye. Drone thermal juga diterbangkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban dari udara, dilengkapi peralatan komunikasi dan medis.

George Mercy Randang mengapresiasi kerja sama semua unsur SAR gabungan dalam proses pencarian dan evakuasi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan dalam proses pencarian dan evakuasi. Semoga kerja sama dan sinergitas ini terus terjaga dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat,” ujarnya.

Basarnas juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan diri.

Reporter: Ragil
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top