Kapal perang China, MV Chen Jing Run (Hai Yang 26), merapat di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Sulawesi Utara, Selasa. Kapal yang membawa 140 prajurit ini akan berada di Bitung hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, untuk mengisi bekal sebelum melanjutkan pelayaran pulang ke China.
BITUNG — Kapal perang China, MV Chen Jing Run (Hai Yang 26), resmi bersandar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Sulawesi Utara, Selasa. Kedatangan kapal yang membawa 140 prajurit itu disambut langsung oleh jajaran Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII yang diwakili Danstahantai, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana.
Kadispen Kodaeral VIII, Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto, menjelaskan bahwa kegiatan penyambutan atau merplug ini merupakan bagian dari protokol penerimaan tamu militer asing yang bersandar di wilayah Indonesia.
MV Chen Jing Run tiba di Bitung setelah menempuh pelayaran panjang dari Afrika. Selama berada di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, kapal perang tersebut akan melaksanakan serangkaian kegiatan bekul (bekal ulang) yang meliputi pengisian air tawar, bahan makanan basah, pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga pengecekan kondisi kapal.
Selain untuk kebutuhan logistik, awak kapal juga dijadwalkan untuk beristirahat dan berekreasi di Kota Bitung. Rencananya, kapal ini akan melanjutkan pelayaran menuju home base-nya di China pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Rangkaian penyambutan tidak hanya seremonial belaka. Pihak Kodaeral VIII memberikan penghormatan khusus dengan pengalungan Kain Bentenan, simbol keramahan dan penghormatan khas Sulawesi Utara kepada tamu yang berkunjung. Suasana semakin meriah dengan penampilan Tarian Cakalele, tarian tradisional perang khas daerah tersebut.
Acara penyambutan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Kodaeral VIII dan delegasi kapal perang China. Momen ini dinilai menjadi simbol untuk mempererat hubungan dan kerja sama yang telah terjalin antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut China.
Turut hadir dalam kegiatan merplug tersebut, Kadissyahal Kodaeral VIII, Pjs. Karumkit dr. Wahyu Slamet, serta Kafasharkan Kodaeral VIII. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan pentingnya kunjungan kapal perang asing sebagai bagian dari diplomasi maritim antarnegara.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Pelabuhan Bitung, yang berada di bawah naungan Kodaeral VIII, mampu melayani kunjungan kapal perang asing sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai simpul strategis di kawasan Pasifik dan Asia Timur.