KOTAMOBAGU — Ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kotamobagu akhirnya bisa bernapas lega. Program Anak Asuh yang selama ini vakum kembali digulirkan, dengan 250 siswa menjadi penerima manfaat perdana di era kepemimpinan Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu.
Bantuan senilai Rp 1.750.000 per siswa diserahkan secara simbolis di tengah upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, di Lapangan Boki Hoti Nimbang. Momen ini sengaja dipilih sebagai simbol semangat baru bagi para pelajar untuk terus menuntut ilmu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Kotamobagu, Hamdan Mokoagow, menjelaskan bahwa program ini dihidupkan kembali dengan tujuan meringankan beban para wali murid. Hal ini dinilai penting karena kebutuhan pendidikan anak semakin tinggi setiap tahunnya.
“Program Anak Asuh ini sempat terhenti. Namun, berkat perhatian dan komitmen Walikota Kotamobagu dr. Weny Gaib beserta Wakil Walikota, program ini kembali digulirkan demi meringankan beban para wali murid di Kota Kotamobagu,” ujar Hamdan Mokoagow di lokasi kegiatan.
Pencairan perdana ini menjadi penanda bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan tidak hanya sebatas wacana. Para siswa yang hadir tampak antusias menerima bantuan yang langsung diserahkan dalam suasana khidmat upacara kemerdekaan.
Hamdan Mokoagow berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para siswa dan keluarga. Menurutnya, dana ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini menjadi tanggungan para wali murid.
“Kami berharap bantuan ini bermanfaat langsung bagi para siswa dan keluarga, serta membantu meringankan biaya pendidikan yang selama ini menjadi tanggungan wali murid,” tambahnya.
Pemerintah Kota Kotamobagu berkomitmen untuk terus memperhatikan sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga akan menjadi prioritas, khususnya yang berdampak pada generasi muda di daerah berjuluk Kota Molinow ini.
Dengan kembalinya program ini, diharapkan angka partisipasi sekolah menengah atas di Kotamobagu tetap terjaga dan tidak ada siswa yang putus sekolah karena alasan biaya. Ke depan, pemerintah daerah juga membuka ruang evaluasi agar cakupan penerima manfaat bisa diperluas.