SULAWESI UTARA — Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan arah baru kebijakan itu bukan lagi memindahkan orang lebih dulu, lalu berharap pekerjaan muncul kemudian. “Masa depan transmigrasi bukan memindahkan orang terlebih dahulu lalu berharap peluang ekonomi menyusul. Kita harus menciptakan peluang ekonomi, menyiapkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, baru mobilitas penduduk mengikuti secara sukarela, aman, dan dengan kepastian masa depan,” ujarnya dalam Transmigration Executive Dialogue (TED) di Jakarta, Senin (24/8).
“Posisi Indonesia saat ini sangat menguntungkan di mata dunia,” kata Ba?kaya. Namun peluang itu harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi tidak boleh berdiri sendiri, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja, menaikkan keterampilan warga, menggerakkan usaha lokal, dan membangun koneksi dengan industri serta pasar yang lebih luas.
Iftitah memberikan contoh nyata: pasar durian di China yang nilainya mencapai sekitar Rp137 triliun per tahun. Peluang besar itu tidak seharusnya hanya menjadi ajang ekspor buah mentah. “Kita tidak boleh berhenti pada menanam dan mengekspor komoditas mentah. Kita harus membangun seluruh ekosistem ekonominya di Indonesia, mulai dari riset dan pembibitan hingga budidaya, pengolahan, logistik, produk hilir, dan pemasaran global,” jelasnya.
Paradigma baru ini juga mengubah cara pandang terhadap kawasan transmigrasi. Wilayah tersebut harus dibangun sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan masyarakat, lahan, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, industri, dan pasar. Rantai nilai lengkap—dari riset, produksi, pengemasan, logistik, hingga pemasaran—harus ada di dalam kawasan itu sendiri.
Untuk menjalankan semua itu, Kementerian Transmigrasi mengandalkan program unggulan seperti Trans Tuntas yang memberi kepastian hukum atas lahan, Trans Lokal yang memastikan masyarakat setempat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat, serta Trans Patriot yang diarahkan untuk menghadirkan sumber daya dan penggerak baru di daerah. Dengan pendekatan ini, transmigrasi diharapkan bukan hanya memindahkan orang, melainkan membangun perekonomian baru yang mandiri dan menarik untuk ditinggali.