Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah itu mengadopsi praktik bisnis hijau yang ramah lingkungan. Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto menyatakan langkah ini di Manado, Senin, dengan menempatkan komoditas seperti kopi sebagai simbol ekonomi berkelanjutan.
MANADO — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara mengarahkan produk ramah lingkungan menjadi identitas baru UMKM lokal. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM Kawanua di pasar nasional dan global.
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto mengatakan pihaknya memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM produk pertanian dan kerajinan agar naik tahapan sebagai UMKM hijau sesuai pedoman yang ditetapkan.
Menurut Bank Indonesia, UMKM hijau adalah usaha yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan di seluruh proses operasional.
Prinsip utamanya mencakup pemilihan bahan baku ramah lingkungan atau hasil daur ulang, pemanfaatan energi terbarukan atau efisiensi energi, serta penerapan ekonomi sirkular untuk mengolah limbah menjadi nilai baru.
Pengembangan panduan dan model bisnis ini menjadi fokus utama BI untuk membawa UMKM bertransisi secara hijau.
BI Sulut secara khusus menjadikan komoditas kopi sebagai simbol ekonomi berkelanjutan. Produk ini dinilai strategis untuk membangun ekosistem hijau yang terhubung dari hulu ke hilir.
"Kami memperkuat gerakan korporasi dan business matching pembiayaan, di mana pembiayaan hijau menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi usaha," kata Joko.
Dukungan rantai pasok diarahkan untuk mengintegrasikan petani, pengolah, barista, dan UMKM dalam ekosistem hijau yang berkelanjutan. Skema ini diharapkan memastikan kelangsungan usaha sekaligus menjaga lingkungan.
Selain pendampingan teknis, BI Sulut juga memfasilitasi akses pembiayaan bagi UMKM yang menjalankan praktik ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar produk hijau Kawanua.
Dengan kombinasi pendampingan, pembiayaan, dan integrasi rantai pasok, BI optimistis UMKM hijau mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.