SULAWESI UTARA — Kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan produk dana pensiun masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi regulator dan pengelola dana pensiun. Dari survei OJK, artinya baru 5 dari 100 orang yang sudah memanfaatkan produk dana pensiun, padahal pemahaman masyarakat soal pentingnya tabungan pensiun tercatat lebih tinggi.
Corporate Secretary TASPEN Henra mengatakan persiapan masa pensiun idealnya dimulai saat usia produktif, bukan ketika usia menjelang pensiun. Dengan memulai lebih awal, beban menabung menjadi lebih ringan dan hasil akumulasinya lebih optimal.
"'Semangat Muda Berkarya, Tua Bahagia' menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Kami berharap rangkaian kegiatan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan pensiun," ujar Henra dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Rangkaian acara akan dimulai dengan pencanangan serentak di Jakarta, Bandung, dan Semarang pada 6 September 2026. Titik utama di Area Pedestrian FX Sudirman, Jakarta, ditargetkan menarik sekitar 500 peserta dari kalangan peserta aktif TASPEN, pensiunan, OJK, ASABRI, BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, ADPLK, hingga komunitas olahraga.
Alih-alih sekadar seremoni, TASPEN mengemas acara dengan senam sehat bersama instruktur Liza Natalia dan talkshow perencanaan keuangan bersama Prita Ghozie. Booth interaktif dari TASPEN Group, OJK, ADPLK/ADPI, ASABRI, dan BPJS Ketenagakerjaan akan turut memeriahkan acara, ditambah kuis dan doorprize.
Setelah kick off, agenda berlanjut ke Universitas Sumatera Utara (USU) pada 16 September 2026. Kegiatan ini menargetkan hingga 1.000 peserta yang mencakup aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kampus, mahasiswa, serta komunitas informal.
Rangkaian puncak akan ditutup lewat Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis bagi pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun nasional, penguatan ekosistem, dan isu keberlanjutan.
Langkah TASPEN ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya penguatan kualitas sumber daya manusia dan sistem perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai center of excellence penyelenggaraan jaminan sosial bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN terus memperluas kolaborasi dengan OJK dan pemangku kepentingan lain untuk menjangkau generasi produktif.
Bagi pekerja swasta maupun ASN, skema pensiun perlu dipandang sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan jangka panjang, bukan sekadar benefit yang menunggu di akhir masa kerja.