Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) turun langsung menyapa pelanggan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026. Jajaran dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) bergerak serentak untuk menyerap aspirasi warga di tiga provinsi tersebut.
MANADO — PLN UID Suluttenggo mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan menembus 2,38 juta hingga Agustus 2026. Angka ini menjadi dasar komitmen perusahaan memperkuat layanan kelistrikan yang andal dan responsif di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Kegiatan HPN 2026 tidak berhenti pada seremonial pemberian apresiasi. Manajemen menjadikan momen ini sebagai ruang dialog untuk menjaring masukan warga secara langsung.
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menegaskan momentum ini adalah komitmen moral insan PLN untuk hadir lebih dekat ke masyarakat.
"Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan komitmen moral kami untuk hadir lebih dekat dan melayani dengan sepenuh hati. Di balik setiap aliran listrik yang menerangi rumah, menggerakkan roda perekonomian, hingga mendukung pelayanan publik di wilayah Suluttenggo, terdapat kepercayaan besar pelanggan yang harus senantiasa kita jaga," tegas Usman.
Dialog langsung ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Akselerasi transformasi digital melalui aplikasi PLN Mobile mengubah cara warga mengakses layanan kelistrikan. Masyarakat kini bisa mengurus kebutuhan listrik secara transparan dari mana saja.
Di sisi lain, pemeliharaan berkala tanpa padam terus dijalankan. Pembaruan sistem proteksi dan penguatan pasokan daya di titik pertumbuhan ekonomi baru menjadi prioritas untuk meminimalkan potensi gangguan.
Data PLN UID Suluttenggo menunjukkan sektor rumah tangga menjadi pengguna terbesar dengan 2.221.743 pelanggan. Sektor bisnis menyusul dengan 80.274 pelanggan, disusul sektor sosial 63.343 pelanggan.
Sektor pemerintah tercatat memiliki 18.585 pelanggan, sedangkan sektor industri melibatkan 1.731 pelanggan. Keandalan pasokan ini menopang layanan publik dan roda ekonomi di kawasan timur Indonesia tersebut.
Ke depan, perusahaan menjadikan aspirasi pelanggan sebagai kompas utama dalam menyusun strategi pelayanan yang lebih adaptif dan modern.