SULAWESI UTARA — Pernyataan itu disampaikan AHY di hadapan kader yang berkumpul memperingati hari jadi partai berlambang mercy tersebut. Ia menekankan posisi Demokrat di dalam pemerintahan tidak lantas menghilangkan fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan.
"Partai Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal, yang belum sempurna kita bantu perbaiki dan kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat," kata AHY dalam pidatonya.
Menurut AHY, orientasi perjuangan politik Demokrat tidak boleh berhenti pada kepentingan partai semata. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap langkah politik.
"Sebab yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai, yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia," tegas putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Dalam kesempatan tersebut, AHY secara khusus meminta jajaran kader Demokrat di semua tingkatan aktif mengawal eksekusi program prioritas pemerintah. Pengawalan ini menyasar aspek ketepatan sasaran penerima manfaat hingga pencegahan kebocoran anggaran.
"Program-program strategis pemerintah yang nyata-nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh Tanah Air harus kita kawal agar tepat sasaran, tata kelolanya baik, tidak terjadi penyalahgunaan anggaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat," ujarnya.
AHY menambahkan, dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan sikap kritis. Para kader diminta tetap berpijak pada realitas yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan peran politiknya, termasuk menyuarakan persoalan yang belum tertangani dengan baik.
Peringatan hari jadi ke-25 ini menjadi penegasan pertama posisi politik Demokrat di bawah kepemimpinan AHY setelah partai tersebut resmi bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.