SULAWESI UTARA — Alih-alih mengubah bahasa desain, Vivo mempertahankan modul kamera belakang berbentuk lingkaran besar. Fokus utama seri ini jelas: peningkatan kemampuan fotografi dan videografi untuk pengguna yang gemar memotret hingga membuat konten profesional.
Salah satu teknologi yang sudah dikonfirmasi adalah sensor Blueprint LightGuard 900. Sensor ini diklaim memiliki dynamic range hingga 17EV, memungkinkan kamera menangkap detail area terang dan gelap secara bersamaan dalam satu frame.
Vivo juga membekali kamera utama dan telefoto periskop dengan sistem stabilisasi CIPA 7.0. Level stabilisasi ini biasanya ditemukan pada gimbal eksternal, sehingga pengguna diharapkan bisa merekam video lebih stabil tanpa alat bantu tambahan.
Kemampuan perekaman video juga naik kelas. Vivo X500 Series disebut mendukung slow motion 4K 240fps, video HDR 4K 120fps, serta encoding 10-bit 4:2:2. Dukungan ACES turut disertakan untuk kebutuhan produksi dengan standar warna sinematik.
Kombinasi ini menempatkan X500 Series sebagai pesaing serius bagi smartphone yang memang dirancang untuk kebutuhan produksi video, bukan sekadar konsumsi konten harian.
Model tertinggi, Vivo X500 Pro Max, menjadi varian yang paling menarik perhatian. Bocoran spesifikasi menyebutkan perangkat ini akan membawa kamera utama 50 MP, ultrawide 50 MP, dan kamera telefoto periskop Samsung HP0 beresolusi 200 MP untuk kebutuhan zoom jarak jauh.
Vivo juga menyiapkan aksesori teleconverter 400 mm untuk Pro Max. Kombinasi ini dirancang untuk memotret objek jauh seperti konser atau lanskap tanpa kehilangan detail.
Sementara itu, varian standar X500 diperkirakan memakai sensor utama Sony LYTIA-828 berukuran 1/1,28 inci, dipadukan telefoto Sony LYTIA-610 dan ultrawide 50 MP.
Vivo turut memperkenalkan AI Photography Assistant pada lini ini. Fitur tersebut mampu mengenali ribuan skenario pemotretan dan memberi rekomendasi komposisi, pose, hingga pengaturan warna secara otomatis.
Ada pula fitur AI editing di galeri foto. Pengguna bisa mengedit gambar cukup dengan perintah bahasa alami, sehingga proses penyuntingan berjalan lebih praktis langsung dari layar smartphone.
Bocoran lain menyebut X500 Pro Max akan memakai layar BOE Q11 2K berukuran sekitar 6,83 inci. Perangkat ini digadang-gadang menjadi salah satu yang pertama menggunakan chipset flagship MediaTek generasi 2 nm.
Detail prosesor, harga, dan ketersediaan global termasuk Indonesia belum diumumkan resmi. Seluruh informasi tersebut baru akan terungkap pada acara peluncuran 21 September mendatang.
Dari bocoran yang beredar, Vivo kembali menjadikan kamera sebagai senjata utama untuk bersaing di kelas flagship. Pertanyaannya kini, apakah harga yang ditawarkan nanti akan sekompetitif spesifikasi yang diusung.