Polimdo Sosialisasikan Aplikasi Digital untuk Koperasi dan UMKM Sulut, 44 Pengusaha Cakalang Fufu Jadi Latar Belakang

Penulis: Yasir  •  Kamis, 10 September 2026 | 09:16:01 WIB
Tim peneliti Polimdo memaparkan aplikasi pengelolaan administrasi dan transaksi bisnis bagi koperasi dan UMKM dalam sosialisasi di Manado.

MANADO — Tim peneliti Politeknik Negeri Manado (Polimdo) memenuhi undangan Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk mensosialisasikan sistem aplikasi pengelolaan administrasi dan transaksi bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi koperasi, UMKM, serta kelompok nelayan. Kegiatan berlangsung di UPTD Balai Diklat Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut, Rabu (9/9/2026).

Sosialisasi ini bagian dari kegiatan peningkatan kapasitas UMKM bagi kelompok disabilitas dan UMKM secara umum Angkatan IIIA yang berjalan sejak Selasa hingga Kamis (8–10/9/2026). Peserta menyimak langsung tahapan penggunaan aplikasi yang dikembangkan melalui hasil penelitian tim dosen Polimdo.

Mengapa Aplikasi Ini Dibuat: 44 Pengusaha Cakalang Fufu Masih Catat Manual

Dosen senior Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo, Dr. Daisy Iriany Erny Sundah, S.E., M.Ed.M, menyebut temuan lapangan sejak 2018 menjadi dasar pengembangan aplikasi ini. Saat itu, 44 pengusaha cakalang fufu di Sulut masih mencatat usaha secara manual.

Kondisi tersebut membuat sebagian catatan usaha berisiko hilang dan sulit dikontrol. "Namun, semua bisa diberikan solusi dengan aplikasi yang kami buat ini. Semua catatan yang tersimpan dapat terkontrol dan diarsipkan secara digital," ujarnya.

Daisy menjelaskan, pelaku UMKM berhadapan dengan berbagai transaksi mulai dari penjualan tunai, penjualan kredit, retur penjualan, potongan penjualan, hingga transaksi lain. Pencatatan manual membuka celah kehilangan catatan dan kesalahan hitung kondisi keuangan usaha.

Apa yang Ditawarkan Aplikasi: Laporan Laba Rugi Cukup Tekan Tombol

Dalam pemaparannya, Daisy menyoroti manfaat praktis aplikasi bagi pelaku usaha yang belum terbiasa menyusun laporan keuangan. "Apa manfaat dari aplikasi ini? Bapak dan Ibu tidak akan kesulitan lagi untuk menghitung maupun membuat laporan keuangan. Melalui sistem ini, cukup menekan tombol, hasilnya akan langsung keluar, misalnya laporan laba rugi dan neraca," jelasnya.

Ia menyoroti kebiasaan pelaku usaha yang menganggap bisnisnya untung hanya karena banyak pembeli. Padahal keuntungan belum dikurangi modal, biaya tenaga kerja, dan kewajiban lain.

"Kadang kita menganggap usaha kita sudah menguntungkan karena banyak yang membeli. Padahal, keuntungan itu belum dikurangi modal, biaya tenaga kerja, dan kewajiban lainnya. Akhirnya kita merasa punya banyak uang dan ingin menggunakannya untuk berjalan-jalan, padahal masih ada utang yang harus dibayarkan," terangnya.

Respons Peserta: Kelompok Disabilitas dan UMKM Antusias Ikut Pelatihan

Salah satu peserta, Glen Tielung, menilai materi yang diberikan bermanfaat langsung bagi pelaku usaha. Ia mengingatkan peserta lain agar tidak ragu bertanya selama pelatihan.

"Kegiatan sosialisasi sangat baik. Seharusnya kita benar-benar belajar. Jika tidak tahu, harus bertanya, karena sistem yang diperkenalkan ini sangat membantu kita dalam mengelola dan mengembangkan usaha nantinya," ungkap Glen.

Peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan meski waktu sosialisasi terbatas. Mereka tetap aktif menyimak dan mengikuti tahapan penggunaan aplikasi yang dipandu tim peneliti.

Siapa yang Terlibat dan Apa Langkah Selanjutnya

Tim peneliti Polimdo hadir melalui Dr. Daisy Iriany Erny Sundah dan Iyam L. Dua, S.E., M.Si. Kegiatan ini berada di bawah program Dinas Koperasi dan UKM Sulut yang dipimpin Plt. Kepala Dinas Jenny Grace Komaling, SS, MSi.

Pelaksanaan kegiatan turut dipantau Alexander Rompies, ST, MSi, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Restrukturisasi Usaha. Daisy berharap hasil penelitiannya tidak berhenti di lingkungan akademik.

"Saya seorang dosen. Kalau hasil penelitian saya digunakan oleh masyarakat, itu sangat luar biasa. Mengingat tugas dosen adalah meneliti dan membuat sesuatu yang lebih efisien serta bermanfaat bagi masyarakat, terutama aplikasi yang diperuntukkan bagi koperasi, UKM, dan kelompok nelayan yang masih banyak melakukan perhitungan dan pencatatan secara manual," ujarnya.

Aplikasi ini mengusung konsep adaptif, digital, dan berdaya saing. Pelaku koperasi, UMKM, dan kelompok nelayan di Sulut dapat memanfaatkannya untuk mengontrol arus kas, mencatat utang, dan menyusun laporan keuangan secara lebih teratur.

Reporter: Yasir
Sumber: barta1.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top