SULAWESI UTARA — Persaingan di kategori putri berlangsung sengit meski jumlah pesertanya lebih sedikit dibanding putra. Tim Pencari Bakat menilai kualitas teknik dasar peserta putri di Kudus tergolong baik.
Legenda PB Djarum yang juga anggota Tim Pencari Bakat, Yuni Kartika, menyatakan peserta putri di Kudus punya potensi menjanjikan. Menurutnya, penyebaran asal peserta cukup merata, terutama di kelompok usia U-11.
"Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra. Maka kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi. Tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik," kata Yuni.
Ia menambahkan, selain permainan di lapangan, faktor fisik dan mental akan dinilai pada fase karantina.
Fiendiziya Gwen Fernandes asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, menunjukkan dedikasi tinggi. Ia pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjalani latihan lebih intensif sebagai persiapan audisi.
Di kategori U-11 putri, Gwen melaju ke Tahap Turnamen setelah mengalahkan Aishya Azzalea dari Kabupaten Kendal dengan skor 21-8.
"Aku mau ikut PB Djarum karena PB Djarum itu salah satu klub besar yang sering juara di turnamen-turnamen. Terus aku juga mau ikut pertandingan internasional dan berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum," ujar Gwen.
Ia mengaku sempat grogi menghadapi lawan yang cukup berat. Untuk tahap selanjutnya, Gwen akan beristirahat cukup dan melatih pukulan, speed, serta penempatan bola.
Tekad serupa datang dari Yukiko Graciela Manangkot yang turun di KU-12. Ini audisi keduanya pada 2026 setelah sebelumnya mengikuti Audisi Umum PB Djarum Makassar pada Agustus lalu dan mencapai semifinal, tetapi belum mendapatkan Super Tiket.
Berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Yukiko kembali mencoba peruntungan di Kudus. Ia melewati tahap screening setelah mengalahkan Diandira Bilqis Ufaira dari Kabupaten Blora dengan skor 21-13.
"Aku ingin sekali bergabung dengan PB Djarum karena fasilitas dan latihannya pasti terjamin. Orang tua juga sudah mendukung penuh," kata Yukiko.
Pebulutangkis putri yang mengidolakan Chiharu Shida itu menyebut kesempatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berlatih dan pantang menyerah.