SULAWESI UTARA — Apple memang belum resmi menjual iPhone Duo di pasar global, tapi spesifikasi dan harga yang beredar sudah cukup untuk membandingkannya langsung dengan Galaxy Z Fold 8. Samsung sudah hampir satu dekade menggarap perangkat lipat, dan jarak pengalaman itu terlihat dari sejumlah detail teknis yang jarang dibahas di iklan.
Berikut tujuh area di mana Galaxy Z Fold 8 masih unggul atas iPhone Duo, berdasarkan data spesifikasi resmi dan hands-on terbatas yang sudah dipublikasikan.
Galaxy Z Fold 8 tercatat setebal 4,5 mm saat terbuka, menjadikannya salah satu ponsel tertipis yang bisa dibeli saat ini. iPhone Duo justru hadir dengan ketebalan 5,2 mm, sedikit lebih tipis dari iPhone Air yang 5,6 mm.
Selisih bobotnya lebih terasa lagi. Z Fold 8 berbobot 201 gram, sementara iPhone Duo mencapai 254 gram — menjadikannya salah satu iPhone terberat yang pernah Apple rilis. Untuk pemakaian satu tangan dalam waktu lama, selisih 53 gram ini cukup terasa di pergelangan.
Selisih harga konsisten USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) di setiap tingkatan penyimpanan. Varian termurah Z Fold 8 dibanderol USD 1.899 (sekitar Rp 30,4 juta) untuk 256GB/12GB, sedangkan iPhone Duo mulai dari USD 1.999 (sekitar Rp 32 juta) dengan konfigurasi memori dan storage yang sama.
Samsung tidak menyediakan opsi 2TB, jadi pengguna yang butuh kapasitas ekstra besar tetap harus memilih Apple.
Z Fold 8 mendukung hingga empat jendela aplikasi berjalan bersamaan, plus floating window yang bisa digeser bebas di layar. iPhone Duo hanya sanggup menjalankan dua Split View sekaligus.
Ini cukup ironis karena salah satu nilai jual iPhone Duo adalah kemampuan membawa perangkat sekelas iPad di kantong. Tanpa multitasking penuh, potensi produktivitasnya terbatas dibanding foldable Android.
Z Fold 8 masih membawa Samsung DeX, mode desktop yang aktif begitu ponsel dicolok ke monitor eksternal. Apple tidak menyediakan fitur setara di iPhone Duo.
Fitur ini memang niche dan bergantung pada ketersediaan layar tambahan. Tapi bagi pengguna yang sering mobile tanpa laptop, DeX membuat hardware flagship di dalam Z Fold 8 bisa dipakai lebih produktif.
Apple mengonfirmasi iPhone Duo akan eSIM-only di seluruh dunia, tanpa pengecualian regional. Galaxy Z Fold 8 masih menyediakan slot nano SIM fisik berdampingan dengan eSIM.
Bagi pengguna Indonesia yang sering berpindah perangkat atau memakai nomor lokal saat bepergian, proses pindah eSIM antar ponsel masih jauh lebih ribet dibanding sekadar mencabut dan menancapkan kartu fisik.
iPhone Duo memakai 12GB RAM di semua varian. Samsung memberi tambahan 4GB untuk pembeli varian 1TB, sehingga totalnya menjadi 16GB.
Kapasitas RAM kini jadi faktor penting karena fitur AI on-device makin bergantung pada memori. Pemrosesan AI lokal lebih cepat dan lebih aman dibanding mengirim data ke cloud, dan semakin besar RAM, semakin lancar tugas tersebut berjalan. Apple punya efisiensi hardware-software yang kuat, tapi kebutuhan AI akan memori tetap tidak bisa dilewati begitu saja.
Hardware kamera keduanya mirip di atas kertas: Z Fold 8 memakai lensa utama 50MP, iPhone Duo 48MP. Pembeda ada di kemampuan video.
Z Fold 8 bisa merekam 8K pada 30fps atau 4K pada 120fps. iPhone Duo terbatas di 4K, dengan 120fps hanya di kamera utama dan 60fps di ultrawide. Peluang menonton video 8K memang masih langka, tapi untuk kebutuhan cropping pasca-produksi, resolusi lebih tinggi tetap memberi ruang lebih luas.
Dua hal jujur yang perlu dicatat sebelum menyimpulkan. Pertama, iPhone Duo belum dirilis resmi, jadi klaim berbasis hands-on terbatas masih bisa berubah saat unit produksi keluar. Kedua, keunggulan RAM 16GB baru terbukti signifikan setelah ada hasil benchmark AI yang independen — sampai saat itu, klaim soal performa AI on-device masih spekulatif.
Untuk pengguna yang butuh kapasitas 2TB, iPhone Duo tetap satu-satunya pilihan. Begitu juga untuk pengguna yang sudah terikat ekosistem Apple dan mengandalkan integrasi antar perangkat, pindah ke Z Fold 8 bukan keputusan sepele.
Galaxy Z Fold 8 cocok untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas multitasking, ingin DeX sebagai pengganti laptop ringan, atau masih butuh slot SIM fisik. Harga lebih murah USD 100 di setiap varian memperkuat posisinya.
iPhone Duo masuk akal bagi pengguna yang sudah berinvestasi di ekosistem Apple, butuh opsi storage 2TB, atau percaya pada efisiensi chip A20 Pro untuk kebutuhan AI. Keduanya belum benar-benar bisa dinilai head-to-head sampai iPhone Duo resmi dijual dan diuji independen.