Konsumsi Warga Sulut Tetap Kuat, BI Catat Ekonomi Manado Tumbuh 5,42 Persen

Penulis: Ragil  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:25:32 WIB

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menyatakan konsumsi masyarakat Kota Manado tetap kuat di tengah kondisi ekonomi saat ini, tercermin dari Indeks Penjualan Riil hasil survei BI. Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto menyampaikan hal itu di Manado, disertai catatan ekonomi Sulut yang tumbuh 5,42 persen year on year pada triwulan II-2026. Meski begitu, inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 yang mencapai 3,68 persen year to date tetap perlu dicermati.

MANADO — Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto menegaskan konsumsi masyarakat Kota Manado masih tetap kuat di tengah kondisi saat ini. Indikatornya adalah Indeks Penjualan Riil berdasarkan hasil survei BI.

"Berdasarkan hasil survei BI, konsumsi masyarakat Kota Manado tetap kuat tercermin dari Indeks Penjualan Riil," kata Joko di Manado.

Selain konsumsi, sisi harga juga menunjukkan sinyal positif. Indeks Ekspektasi Harga mengindikasikan optimisme bahwa harga akan terkendali hingga akhir tahun 2026.

Dunia Usaha Bergeliat pada Triwulan III-2026

Dari sisi dunia usaha, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat saldo bersih tertimbang yang meningkat signifikan pada triwulan III-2026. Kenaikan itu menjadi sinyal ekspansi aktivitas usaha di Sulut.

Joko menilai data dari para responden survei menjadi dasar penting dalam penyusunan asesmen dan perumusan rekomendasi kebijakan. Tujuannya agar kebijakan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi daerah.

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen

Perekonomian Sulawesi Utara tetap menunjukkan resiliensi dengan tumbuh 5,42 persen secara year on year pada triwulan II-2026. Angka itu disampaikan Joko sebagai gambaran daya tahan ekonomi daerah.

Dari sisi pembiayaan, intermediasi perbankan bergerak positif. Kredit meningkat 3,08 persen (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,08 persen (yoy) per Juli 2026.

Kualitas kredit pun terjaga pada rasio non performing loan (NPL) 2,77 persen. Kondisi ini menunjukkan penyaluran kredit berjalan tanpa tekanan berarti.

Inflasi Kumulatif 3,68 Persen Jadi Catatan

Joko mengingatkan agar perkembangan harga tetap dicermati. Sebab, inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 telah mencapai 3,68 persen secara year to date.

Karena itu, penguatan sinergi diperlukan untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi. Tujuannya agar inflasi tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus satu persen.

Data survei BI tersebut menjadi pijakan bagi pemangku kepentingan daerah dalam menyusun langkah menjaga daya beli warga. Konsumsi rumah tangga di Manado dan sekitarnya menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi Sulut.

Reporter: Ragil
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top