TAHUNA — Getaran gempa terasa di wilayah Tahuna dan sekitarnya pada pukul 06.48 WIB. Episenter gempa terletak di titik koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,30 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 127 kilometer barat laut Tahuna.
BMKG mencatat kekuatan gempa pada Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa yang berada di laut dan berjarak cukup jauh dari permukiman membuat warga di pesisir Sangihe tetap bisa beraktivitas seperti biasa setelah guncangan berlalu.
BMKG menyatakan gempa berkekuatan M 5,2 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan itu disampaikan melalui informasi resmi yang dirilis usai gempa terjadi.
"(Gempa) tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini tergolong dangkal. Meski demikian, magnitudo 5,2 pada jarak 127 kilometer dari Tahuna tidak cukup kuat memicu gelombang laut besar di pesisir Kepulauan Sangihe.
Hingga informasi ini dibuat, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.
Wilayah Sulawesi Utara memang berada di zona rawan gempa karena dikelilingi lempeng tektonik aktif. Gempa dangkal di laut seperti yang mengguncang Tahuna kali ini umumnya hanya terasa ringan hingga sedang di daratan terdekat.
BMKG mengeluarkan rincian gempa melalui kanal resminya, termasuk koordinat dan kedalaman pusat gempa. Data itu menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dan warga dalam menilai dampak guncangan.
Bagi warga Kepulauan Sangihe, langkah paling aman setelah gempa adalah memeriksa kondisi bangunan rumah dan menghindari struktur yang retak. Informasi lanjutan soal aktivitas gempa susulan bisa dipantau lewat kanal resmi BMKG.