Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara mengedukasi pencegahan paham radikalisme kepada siswa sekolah menengah melalui penguatan pendidikan agama di sekolah. Upaya itu dilakukan lewat pendekatan Pendidikan Agama Kristen yang menekankan nilai moderasi beragama, toleransi, dan cinta tanah air. Kemenag Sulut melibatkan sejumlah instansi dalam forum diskusi untuk merumuskan strategi yang bisa diterapkan guru di kelas.
MANADO — Kepala Bidang Pendidikan Kristen Kemenag Sulut Franky Rompas mengatakan pihaknya terus mendorong upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar. Salah satu caranya melalui penguatan pendidikan agama di sekolah.
"Kami terus mendorong upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar melalui penguatan pendidikan agama di sekolah," kata Franky di Manado.
Pendekatan yang dipakai adalah Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan penekanan pada nilai moderasi beragama, toleransi, dan cinta tanah air. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk karakter siswa agar mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai.
Kemenag Sulut menggandeng sejumlah pihak dalam membahas strategi pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah. Instansi yang terlibat antara lain Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perwakilan Dinas Pendidikan Daerah, SAG Sulutteng, serta kalangan akademisi.
Pembahasan berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Pencegahan Radikalisme melalui Pendekatan atau Strategi Pendidikan Agama Kristen pada Siswa Sekolah Menengah. Forum ini menjadi wadah merumuskan strategi pendidikan yang bisa diterapkan mencegah berkembangnya paham radikalisme di sekolah.
Franky menekankan pentingnya penguatan nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran PAK. Selain moderasi, nilai toleransi, cinta tanah air, dan cinta sesama juga perlu diperkuat melalui pembelajaran di sekolah.
Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan berbasis Kurikulum Cinta. Menurut Franky, pendekatan itu menjadi langkah preventif untuk menangkal masuknya paham radikalisme di kalangan pelajar.
Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Karena itu, guru PAK diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dan aplikatif.
Metode itu perlu menanamkan nilai kebersamaan, persaudaraan, serta penghargaan terhadap keberagaman. Guru menjadi ujung tombak penerapan nilai-nilai tersebut di ruang kelas.
Melalui FGD ini, Kemenag Sulut berharap lahir model dan strategi pendidikan yang dapat diterapkan secara nyata oleh guru PAK di sekolah menengah. Strategi tersebut diharapkan menjadi langkah preventif membangun ketahanan siswa terhadap paham radikalisme.
Selain itu, upaya ini diarahkan memperkuat karakter generasi muda yang toleran dan cinta damai. Kemenag Sulut menilai pendekatan pendidikan agama menjadi salah satu kunci mencegah masuknya paham radikalisme sejak dini.