BITUNG — Kepala SMAN 2 Bitung, Maxy Awondatu SPd MPd, menyatakan pelatihan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar menulis berita. Menurutnya, kemampuan jurnalistik penting bagi siswa untuk mengembangkan literasi dan berpikir kritis.
Pelatihan tersebut diisi oleh Tim Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS), yakni Yoseph Ikanubun (wartawan Liputan6.com), Harto Marentek (wartawan RRI), dan Dion Lande (wartawan Newposkomanado.id). Ketiganya berbagi pengalaman langsung dari lapangan kepada para peserta.
Dalam pelatihan dijelaskan bahwa berita yang baik harus memenuhi unsur 5W+1H. Materi ini menjadi fondasi utama sebelum siswa mulai menulis.
Berita juga harus ditulis dengan struktur piramida terbalik, yakni informasi terpenting diletakkan di bagian awal. Selain itu, pemateri menekankan pentingnya mencari dan memastikan sumber berita yang kredibel.
Selain teori, peserta diajarkan cara mewawancarai narasumber, mulai dari menyusun daftar pertanyaan hingga mencatat jawaban dengan tepat. Para siswa kemudian berlatih menulis berita sederhana dari peristiwa di lingkungan sekolah.
Sesi praktik menjadi bagian yang paling dinanti peserta. Mereka diminta langsung menyusun pertanyaan dan melakukan wawancara sederhana dengan teman sekelas.
Hasil wawancara kemudian diolah menjadi berita pendek. Dari latihan ini, siswa belajar bagaimana menyaring informasi dan menyajikannya secara ringkas namun tetap faktual.
Salah satu peserta, Saskia, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.
"Sebelumnya saya belum tahu cara menulis berita. Sekarang saya paham bahwa berita harus singkat, jelas, dan faktual," katanya.
Pihak sekolah berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan minat siswa di bidang jurnalistik. Kemampuan menulis dinilai akan berguna bagi siswa di berbagai bidang studi maupun kehidupan sehari-hari.
Kegiatan serupa diharapkan bisa digelar rutin agar kemampuan literasi siswa terus berkembang. Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi siswa yang tertarik mendalami dunia jurnalistik sejak bangku sekolah menengah atas.