SULAWESI UTARA — BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi FLASH Charging di Indonesia, dengan klaim pengisian daya dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit dan 97% dalam sembilan menit pada suhu normal. Teknologi berkonsep "Ready in 5, Full in 9" ini menyasar durasi pengisian daya yang selama ini jadi kendala utama adopsi mobil listrik. Implementasi FLASH Charging dimulai di 10 dealer DENZA sepanjang 2026, bersamaan dengan peluncuran DANZA New D9 dan DANZA Z9GT.
Perkenalan teknologi berlangsung melalui konferensi pers PT BYD Motor Indonesia, dengan kehadiran jajaran eksekutif pusat maupun lokal. Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen membawa kemajuan teknologi global lebih dekat ke konsumen Indonesia.
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, memaparkan data pasar yang jadi latar belakang keputusan tersebut. Pangsa pasar kendaraan energi baru (NEV) nasional mencapai 26% per September 2026, dengan BYD dan DANZA menyumbang sekitar 37% di dalamnya.
Blade Battery generasi kedua dikembangkan lewat penelitian selama enam tahun. Fokusnya tiga hal: kepadatan energi, kecepatan pengisian, dan keselamatan. BYD mengklaim kepadatan energi baterai naik 5% dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan itu ditopang teknologi FlashPass Ion Transport System. Sistem ini mengoptimalkan struktur katode, elektrolit, dan anode guna menekan hambatan internal, sehingga arus pengisian bisa masuk lebih besar tanpa mengorbankan daya tahan.
Soal keamanan, BYD mengungkap hasil pengujian penusukan paku yang dilakukan saat proses FLASH Charging berlangsung. Perusahaan menyatakan pengujian tersebut tidak memicu thermal runaway, asap, maupun api, bahkan setelah 500 siklus pengisian cepat.
Sebagai pendamping baterai, FLASH Charging menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Desainnya overhead berbentuk huruf T, membuat kabel tetap menggantung dan tidak menyentuh permukaan basah atau kotor.
Sistem ini juga mendukung fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan terkait. Autentikasi berjalan otomatis begitu konektor dihubungkan, tanpa perlu tap kartu atau buka aplikasi.
Untuk pasar Indonesia, BYD memulai implementasi FLASH Charging di 10 dealer DENZA sepanjang 2026. Perusahaan juga menjajaki peluang kerja sama dengan PLN dan operator infrastruktur pengisian daya untuk memperluas jaringan ke lokasi strategis lain.
Dua model premium diperkenalkan bersamaan dengan teknologi ini:
BYD membuka peluang penerapan teknologi serupa pada model lain, termasuk BYD M6 EV. Namun model tersebut memerlukan peningkatan perangkat lunak lebih dulu sebelum kemampuan FLASH Charging bisa digunakan.
Kombinasi baterai, pengisian daya ultra cepat, dan infrastruktur pendukung jadi tiga pilar yang ditargetkan BYD untuk menghadirkan pengalaman berkendara listrik lebih efisien, aman, dan nyaman bagi konsumen Indonesia.