MANADO — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara. Pemantauan citra satelit Himawari 9 menunjukkan sebaran asap bergerak dari arah tenggara menuju sejumlah kabupaten dan kota.
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, menyebut kabut asap teridentifikasi menyelimuti empat kota dan sebelas kabupaten. Wilayah terdampak mencakup Kota Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.
Dari daratan utama, asap menyelimuti Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Timur. Tiga kabupaten kepulauan yang turut terdampak adalah Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
"BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026," ujar Dhira saat memberikan keterangan di Manado pada Rabu (14/10).
Imbauan itu menyasar seluruh elemen, mulai dari warga umum, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, hingga pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Pihak-pihak tersebut diminta membangun koordinasi lintas instansi.
Langkah ini untuk mengantisipasi potensi penurunan jarak pandang. Visibilitas yang menurun dikhawatirkan mengganggu kelancaran aktivitas penerbangan dan kegiatan rutin warga sehari-hari.
BMKG menyampaikan sejumlah panduan perlindungan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak:
Warga juga diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala. Karakteristik cuaca dinamis membuat kondisi bisa berubah sewaktu-waktu.
"Mengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado," imbaunya.
Informasi cuaca lebih rinci hingga tingkat kelurahan di seluruh Sulawesi Utara bisa diakses melalui situs resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id. Warga juga dapat memantau kanal informasi terverifikasi lainnya untuk pembaruan peringatan dini.