Nvidia dan Apple Donasi USD 25 Juta untuk Renovasi Ballroom Gedung Putih

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:19:01 WIB
Nvidia dan Apple masing-masing menyumbang USD 25 juta untuk renovasi ballroom Gedung Putih.

SULAWESI UTARA — Nvidia dan Apple masing-masing menyumbang USD 25 juta untuk proyek renovasi ballroom Gedung Putih yang diinisiasi Presiden Donald Trump, bagian dari total komitmen lebih dari USD 330 juta. Donasi disalurkan lewat yayasan nirlaba nonpartisan, dengan Amazon, Meta, Microsoft, Palantir, hingga ServiceNow turut menyumbang dalam jumlah jutaan dolar. Besarnya donasi memicu pertanyaan soal potensi kaitan dengan keputusan kebijakan dan kontrak federal.

Washington Post melaporkan sumbangan kedua perusahaan teknologi itu masuk kategori terbesar di antara para donatur. Formulir komitmen yang diterima donatur secara eksplisit menyebut tujuan sumbangan untuk "Donald J. Trump Ballroom".

Nvidia Sebut Dukungan untuk Amerika di Atas Kepentingan Bisnis

Juru bicara Nvidia menegaskan komitmen perusahaan kepada Amerika Serikat menjadi prioritas utama. Pernyataan itu disampaikan kepada CNBC dan dikutip detikINET.

"Sebagai perusahaan Amerika, dukungan kami terhadap Amerika Serikat adalah yang terpenting dan terlepas dari kepentingan bisnis apa pun," kata juru bicara Nvidia.

Nvidia menambahkan donasi diberikan ke yayasan perwalian nonpartisan yang melayani seluruh rakyat Amerika. Perusahaan mengklaim komitmen tersebut sudah disampaikan secara publik sejak donasi diberikan.

Cisco dan ServiceNow Konfirmasi Masing-Masing USD 5 Juta

Cisco dan ServiceNow mengonfirmasi donasi senilai USD 5 juta per perusahaan. ServiceNow membantah keras anggapan bahwa sumbangan itu berkaitan dengan bisnisnya di pemerintahan.

"Bisnis ServiceNow dengan pemerintah AS terpisah dan tidak ada kaitannya dengan donasi yang kami berikan untuk tujuan apa pun. Segala upaya untuk menghubungkan kedua proses tersebut sama sekali tidak akurat," sebut ServiceNow.

Amazon, Palantir, Meta Platforms, dan Microsoft juga tercatat memberi sumbangan dalam jumlah jutaan dolar. Microsoft dan Meta menolak berkomentar atas laporan tersebut.

Sejumlah Perusahaan Belum Bersuara

Amazon, Apple, HP Inc., Micron, Palantir, Salesforce, dan Vast Space belum menanggapi permintaan komentar. Nama-nama itu terdaftar sebagai donatur utama dalam laporan Washington Post.

Donasi untuk ballroom dikirim melalui sebuah yayasan nirlaba. Mekanisme ini yang membuat publik tidak bisa menelusuri langsung aliran dana dari perusahaan ke proyek.

Kekhawatiran soal Kontrak Federal dan Kebijakan

Anggota parlemen dan sejumlah ahli berulang kali menyoroti donasi ke proyek ini. Mereka meminta informasi mengenai para donatur swasta yang terlibat.

Beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran tentang potensi komitmen dana terhadap keputusan kebijakan atau pemberian kontrak federal. Kekhawatiran itu muncul karena para pemimpin teknologi sebagian besar menyukai pendekatan Trump yang pro bisnis, longgar terhadap antimonopoli, dan minim regulasi.

Beberapa perusahaan dilaporkan mengamankan kontrak ratusan juta dolar melalui infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pertahanan selama masa jabatan kedua Trump. CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang menjadi tamu rutin jamuan makan malam kenegaraan dan pertemuan di Washington. Keduanya juga menjadi tokoh sentral pada acara makan siang AI di Gedung Putih 29 September lalu.

Reporter: Yasir
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top