SULAWESI UTARA — Microsoft merayakan 12 tahun Windows Insider Program dengan merilis koleksi wallpaper baru, tetapi metadata file mengungkap bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan Mac. Temuan Rafael Rivera itu memicu sindiran di media sosial karena Photoshop tersedia di Windows 11. Insiden ini muncul saat Microsoft gencar mempromosikan Windows 11 sebagai alasan membeli PC baru.
Perayaan 12 tahun Windows Insider Program berubah menjadi bahan perbincangan setelah Rafael Rivera memeriksa properti file wallpaper yang dibagikan Microsoft. Metadata gambar menunjukkan koleksi tersebut dibuat dengan versi Mac dari Adobe Photoshop, bukan di perangkat Windows 11 atau Surface.
Rivera membeberkan temuan lewat unggahan di X, disertai tangkapan layar properti file. Dalam unggahan lanjutan, ia menyebut gambar tersebut dikerjakan oleh tim desain internal Microsoft. Klaim itu menutup kemungkinan bahwa wallpaper dibuat oleh vendor pihak ketiga yang kebetulan memakai Mac dalam alur kerja mereka.
Microsoft lebih dulu mengirim surel kepada para Insider dengan pengumuman resmi. Isinya menyatakan perusahaan "membuat latar belakang baru untuk semua Insider, terinspirasi dari 12 tahun Windows Insider Program dan estetika desain Surface terbaru".
Beberapa jam kemudian, Rivera mengutip pengumuman itu dan menambahkan catatan singkat: "Created on a Mac." Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di kalangan pengguna Windows dan pengamat teknologi.
Pemeriksaan properti file menjadi bukti utama dalam kasus ini. Metadata menyimpan jejak perangkat lunak dan sistem operasi yang dipakai saat sebuah gambar diekspor, dan pada koleksi wallpaper tersebut tertulis jelas Photoshop versi Mac.
Adobe Photoshop sendiri sudah tersedia untuk Windows 11, termasuk versi yang berjalan di perangkat Windows on Arm. Artinya, tim desain Microsoft punya opsi untuk mengerjakan proyek ini di PC Windows tanpa kehilangan fitur.
Kritik muncul bukan semata karena pilihan perangkat lunak, melainkan karena momennya. Microsoft sedang gencar memperbarui Windows 11 dan baru saja menerbitkan tulisan panjang yang memposisikan sistem operasi tersebut sebagai alasan utama membeli PC baru.
Kontras antara kampanye itu dan wallpaper yang dibuat di Mac membuka celah gurauan seperti "bahkan staf Microsoft lebih memilih Mac". Narasi semacam ini mudah tersebar, terutama di komunitas yang sudah terbiasa menyoroti keputusan internal perusahaan.
Secara praktis, memakai perangkat lunak dari perusahaan lain adalah hal wajar. Tidak masuk akal memaksa tim desain beralih ke aplikasi Photos bawaan Windows hanya demi keseragaman merek, apalagi jika hasil akhirnya menurun.
Yang dinilai janggal adalah ketiadaan perangkat Windows di meja kerja tim tersebut. Menyiapkan beberapa PC Windows 11 atau meminjam laptop kelas kreator seperti Asus ProArt P16 sebenarnya cukup untuk menghindari polemik sekecil ini.
Hingga berita ini ditulis, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan Rivera. Koleksi wallpaper peringatan 12 tahun Windows Insider tetap tersedia bagi para peserta program dan bisa diunduh melalui surel yang mereka terima.
Bagi pengguna biasa, insiden ini tidak memengaruhi kualitas wallpaper maupun fungsi Windows 11. Bagi Microsoft, catatan kecil soal metadata file menjadi pengingat bahwa detail teknis sekecil apa pun bisa berubah menjadi bahan kritik ketika posisi perusahaan sedang disorot.