SULAWESI UTARA — Beauty vlogger Tasya Farasya mengaku views Instagram Stories-nya anjlok dari sekitar satu juta menjadi 85.000-an setelah aktif membahas kebakaran hutan dan lahan. Keluhan serupa datang dari Tasyi Athasyia dan penyanyi Andien, sementara Jerome Polin justru mengaku tak terdampak. Komdigi membantah pernah meminta platform membatasi konten karhutla.
Direktur Pengendalian Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menegaskan pihaknya tidak pernah menginstruksikan pembatasan konten terkait karhutla. Pernyataan itu disampaikan kepada detikINET pada Selasa (20/10/2026), menjawab dugaan pembatasan yang mencuat di kalangan warganet.
Penurunan jangkauan yang dikeluhkan sejumlah figur publik belum bisa dipastikan sebagai shadow ban. Platform media sosial juga belum memberi klarifikasi resmi soal anomali tersebut.
Di akun Threads @tasyafarasya, Tasya membandingkan dua tangkapan layar Instagram Stories miliknya. Views yang biasanya menyentuh satu juta turun ke kisaran 85.000 saat ia angkat bicara soal karhutla.
"Stories aku biasanya VS story aku saat speak up," tulis Tasya sambil menyertakan dua screenshot pembanding.
Tasyi Athasyia, YouTuber kuliner yang juga dikenal sebagai kembaran Tasya, mengklaim akunnya terkena shadow ban. Ia menyatakan pembatasan itu tidak akan menghentikannya bersuara soal isu yang tengah terjadi.
"WALAUPUN KENA SHADOW BANNED, it will never stop me from speaking out about the issues that are happening right now. #kahutla #kalimantan #indonesia," tulis Tasyi.
Penyanyi Andien melaporkan hal serupa. Views Instagram-nya menurun justru saat ia hendak mempromosikan video klip terbaru.
"Kayaknya kena shadow ban di ig krn repost2 karhutla tiada henti. Mau promo in video klip baru tapi viewersnya drop," ujar @andien.
Berbeda dari ketiganya, Jerome Polin mengaku Instagram Story-nya tidak mengalami shadow ban. Ia bersyukur karena jangkauannya tetap normal.
"Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template add yours bisa ngeboost views," kata Jerome lewat akun Threads @jeromepolin.
Jerome mengajak warganet terus bersuara dan menaikkan kesadaran soal kondisi karhutla. "Kita lawan shadow ban guys! Ayo terus bersuara dan raise awareness sampe semua orang sadar how chaos is the situation right now. Rakyat bantu rakyat!" imbuhnya.
Shadow ban adalah kondisi ketika konten pengguna disembunyikan platform dari timeline orang lain. Pengguna umumnya masih bisa melihat unggahannya sendiri, tetapi tidak menyadari bahwa postingan itu tak tampil di hadapan audiensnya.
Menurut penjelasan NP Digital, tidak ada notifikasi atau larangan resmi yang diterima pengguna saat terkena shadow ban. Akibatnya, penurunan jangkauan sering baru disadari setelah angka views atau interaksi turun drastis.
Later merangkum sejumlah penyebab akun media sosial kena shadow ban. Pelanggaran aturan platform soal konten publik masuk dalam daftar itu, begitu pula penggunaan tagar trending yang tidak relevan dengan unggahan.
Konten yang mengandung spam dan terlalu banyak promosi juga disebut sebagai pemicu. Faktor lain mencakup rasio following dan follower yang timpang, email pendaftaran yang belum diverifikasi, ketiadaan foto profil, serta aktivitas follow dan unfollow yang terlalu sering.
Hingga kini belum ada bukti yang cukup untuk memastikan pembatasan oleh platform dalam kasus para influencer tersebut. Komdigi sendiri menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan pembatasan atau penurunan konten karhutla ke platform mana pun.