SULAWESI UTARA — ASUS resmi meluncurkan ProArt P14 dan P16 di Indonesia sebagai laptop kreator dengan SoC NVIDIA RTX Spark N1X, kombinasi GPU 6144-core Blackwell dan CPU 20-core Grace yang diklaim sanggup menjalankan model AI on-device. Harga MSRP-nya Rp 80.999.000 untuk P14 dan Rp 113.999.000 untuk P16, dengan periode pre-order sampai 23 Oktober 2026 memberi potongan Rp 1 juta di kedua model.
Peluncuran berlangsung di Jakarta pada 20 Oktober 2026, menempatkan dua model ini sebagai lini teratas ProArt untuk segmen kreator profesional dan pengguna yang butuh komputasi AI lokal. ASUS memposisikan keduanya bukan sebagai laptop kerja biasa, melainkan perangkat yang memindahkan beban pemrosesan AI dari cloud ke mesin sendiri.
Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, menyebut alasan di balik pendekatan tersebut. "ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi," ujarnya dalam peluncuran.
Jantung kedua laptop adalah SoC NVIDIA RTX Spark N1X yang menggabungkan GPU Blackwell 6144-core dengan CPU Grace 20-core. ASUS mengklaim performa AI mencapai 1 petaflop di jalur FP4, angka yang jadi dasar klaim kemampuan menjalankan model AI on-device lebih lancar dan cepat.
Untuk alur kerja content creation, Media Engine di dalamnya mendukung encode dan decode hardware format 4:2:2 serta encoder AV1. Dua format itu relevan buat editor video yang sering bergelut dengan footage 10-bit dan kebutuhan ekspor efisien.
Catatan penting: seluruh klaim performa di atas masih bersumber dari materi resmi ASUS. Belum ada data benchmark independen yang bisa memverifikasi angka 1 petaflop FP4 tersebut, jadi perlakukan sebagai klaim pabrikan sampai ada pengujian pihak ketiga.
Kedua model memakai panel Lumina OLED 120 Hz dengan sertifikasi Pantone Validated dan klaim cakupan 1,07 miliar warna. Perbedaan paling mencolok ada di tingkat kecerahan HDR: P14 punya peak brightness 1100 nits, sementara P16 mencapai 1600 nits.
Selisih 500 nits itu bukan angka kecil untuk kerja color grading di ruangan terang atau saat meninjau footage HDR di luar studio. Layar 120 Hz juga membantu animasi UI dan scrubbing timeline terasa lebih halus dibanding panel 60 Hz.
Menariknya, P16 yang berlayar lebih besar justru lebih tipis 0,1 cm dari P14, meski bobotnya lebih berat 300 gram. Untuk mobilitas harian, P14 jelas lebih ramah dibawa, sedangkan P16 mengorbankan sedikit portabilitas demi kanvas kerja lebih luas dan layar lebih terang.
Harga MSRP resmi adalah Rp 80.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp 113.999.000 untuk ProArt P16. Selama periode pre-order sampai 23 Oktober 2026, P14 ditawarkan Rp 79.999.000 lewat ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan store terpilih.
ProArt P16 mendapat harga pre-order Rp 112.999.000, tetapi penjualannya eksklusif hanya melalui ASUS Online Store. Artinya, calon pembeli P16 yang ingin memanfaatkan potongan Rp 1 juta harus membeli lewat kanal online resmi ASUS.
Untuk kreator yang mengutamakan portabilitas dan sudah bekerja di ekosistem ASUS, P14 jadi pilihan lebih masuk akal secara bobot dan harga. P16 lebih pas buat mereka yang butuh layar lebih terang untuk kerja HDR dan tidak keberatan dengan tambahan 300 gram di tas.