SULAWESI UTARA — BRI Peduli menyalurkan bantuan energi surya kepada 1.456 kepala keluarga di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, mencakup PLTS off-grid berkapasitas 17,4 kWp di Desa Bojong serta 1.416 unit perangkat portabel untuk warga terdampak bencana. Program TJSL ini menyasar elektrifikasi desa, penguatan usaha BUMDes, dan pemulihan pascabencana.
Perangkat surya portabel menyumbang porsi terbesar penerima manfaat. Sebanyak 1.416 unit disalurkan ke wilayah yang dilanda banjir bandang dan longsor di Sumatera, terdiri atas 522 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit di Kabupaten Aceh Timur. Perangkat itu menjadi sumber penerangan sekaligus pengisi daya telepon seluler ketika pasokan listrik belum pulih, sehingga warga tetap bisa menjalankan aktivitas selama masa pemulihan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut perluasan akses energi bersih sebagai bagian dari komitmen perseroan mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, dengan sandaran pada Asta Cita kedua soal pemenuhan energi berkelanjutan, Asta Cita keenam yang menempatkan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta Asta Cita kedelapan tentang ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.
Di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, BRI Peduli membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan penyimpanan energi 43,2 kWh. Fasilitas itu menopang pelayanan publik di balai desa dan kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dengan pasokan yang lebih stabil, gangguan pelayanan akibat pemadaman listrik di balai desa diperkirakan bisa dihindari hingga 75 jam per tahun. Produksi telur BUMDes juga berpotensi naik lebih dari 10%, angka yang langsung menyentuh pendapatan usaha milik desa.
Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengungkapkan perubahan yang dirasakan warganya sejak PLTS beroperasi. "Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya," ujarnya.
Jangkauan program juga merambah desa binaan BRI Peduli Desa BRILiaN melalui penyaluran 40 unit perangkat tenaga surya portabel. Totalnya, program ini menyentuh 1.456 kepala keluarga sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung.
Dampak lingkungan ikut terhitung. Dengan kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, Program BRI Peduli Energi Surya berpotensi menghasilkan 585 MWh listrik bersih per tahun dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara CO? (tCO?e) setiap tahun.
Bagi BRI, program sosial ini dirancang tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi pada manfaat jangka panjang: layanan desa yang tidak lagi bergantung penuh pada pasokan listrik jaringan, usaha BUMDes yang lebih produktif, dan warga terdampak bencana yang tetap bisa berkomunikasi saat infrastruktur belum pulih. "Keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap," kata Dhanny.